Pertikaian Arab Saudi dan UEA Memburuk, Bandara Aden Yaman Ditutup, Penerbangan Lumpuh

Jum'at, 02 Januari 2026 - 20:28 WIB
loading...
Pertikaian Arab Saudi...
Bandara Internasional Aden di Yaman selatan. Foto/osamahadrami/X
A A A
ADEN - Penerbangan di bandara internasional Aden Yaman dihentikan pada hari Kamis (1/1/2026). Ini menjadi tanda terbaru dari krisis yang semakin dalam antara kekuatan Teluk, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), yang persaingannya membentuk kembali Yaman yang dilanda perang.

Di bandara, gerbang internasional utama untuk sebagian Yaman di luar kendali Houthi, para penumpang memadati terminal, menunggu informasi terbaru tentang penerbangan mereka.

Pada hari Kamis, sumber-sumber Yaman mengatakan penerbangan antara Aden dan semua tujuan di luar UEA akan dilanjutkan, meskipun Reuters tidak dapat segera mengkonfirmasi hal itu.

Lalu lintas udara ditutup karena perselisihan mengenai pembatasan penerbangan ke UEA, meskipun ada laporan yang kontradiktif tentang apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang bertanggung jawab.

Awadh al-Subaihi mengatakan dia telah menunggu di bandara untuk penerbangan ke Kairo untuk perawatan medis. “Kami menderita, dan banyak pasien lain dan orang tua di sini menunggu dalam situasi yang sulit,” katanya.

UEA mendukung Dewan Transisi Selatan (STC), separatis yang merebut sebagian besar wilayah Yaman selatan dari pemerintah yang diakui secara internasional bulan lalu.

Arab Saudi, yang mendukung pemerintah, menganggap langkah itu sebagai ancaman, memicu krisis terbesar antara mereka dan tetangganya di Teluk, UEA, dalam beberapa dekade.

STC yang didukung UEA mengendalikan kementerian transportasi dalam pemerintahan koalisi yang diakui secara internasional, yang kepemimpinan utamanya didukung oleh Arab Saudi.

Kementerian tersebut menuduh Arab Saudi telah memberlakukan blokade udara, dengan mengatakan Riyadh telah menerapkan langkah-langkah yang mengharuskan semua penerbangan untuk melalui Arab Saudi untuk pemeriksaan tambahan.

Ditambahkan bahwa ketika mereka keberatan dengan hal ini, Arab Saudi telah mengklarifikasi bahwa pembatasan tersebut hanya berlaku untuk penerbangan antara Aden dan UEA.

Satu sumber Saudi membantah keterlibatan apa pun dalam pembatasan penerbangan, menambahkan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional sendiri telah memberlakukan persyaratan tersebut pada penerbangan antara Aden dan UEA untuk meredam ketegangan yang meningkat.

Sumber Saudi menambahkan kementerian yang dikendalikan kelompok selatan itu kemudian menanggapi dengan memerintahkan penutupan total lalu lintas udara daripada mematuhi pembatasan penerbangan ke dan dari UEA.

Sumber resmi di kantor menteri transportasi membantah hal ini, mengatakan menteri belum mengeluarkan keputusan apa pun untuk menutup bandara.

Reuters melaporkan mereka tidak dapat segera menghubungi pimpinan pemerintah yang diakui secara internasional, yang telah berada di Arab Saudi sejak STC merebut sebagian besar wilayah selatan bulan lalu, untuk meminta komentar tentang penutupan bandara dan pembatasan penerbangan.

Kementerian Luar Negeri UEA tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang penutupan bandara.

Perebutan kekuasaan ini adalah yang terbaru dalam krisis yang semakin dalam di Yaman yang telah mengungkap keretakan yang dalam antara dua kekuatan minyak Teluk.

Arab Saudi pekan ini menuduh UEA menekan STC Yaman untuk bergerak menuju perbatasan kerajaan Saudi.

Saudi menyatakan keamanan nasionalnya sebagai "garis merah," yang mendorong UEA mengatakan mereka menarik pasukan yang tersisa dari Yaman.

Hal itu terjadi setelah serangan udara oleh pasukan koalisi pimpinan Saudi di pelabuhan Mukalla di Yaman selatan yang menurut koalisi tersebut merupakan dermaga yang digunakan untuk memberikan dukungan militer asing kepada kelompok separatis.

Baca juga: Iran Kejutkan Dunia, Siap Jual Rudal Canggih dan Kapal Perang dengan Mata Uang Kripto
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved