Maduro Melunak, Venezuela Siap Bahas Perjanjian Anti-Narkoba dengan AS
Jum'at, 02 Januari 2026 - 17:34 WIB
loading...
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto/sputnik
A
A
A
CARACAS - Venezuela siap membahas perjanjian dengan Amerika Serikat (AS) untuk memerangi perdagangan narkoba, tetapi itu harus menjadi diskusi yang serius. Pernyataan itu diungkap Presiden Nicolas Maduro.
"Pemerintah AS mengetahui hal ini karena kami telah memberi tahu banyak perwakilannya bahwa jika mereka ingin membahas perjanjian secara serius untuk memerangi perdagangan narkoba, kami siap," ungkap Maduro dalam wawancara dengan jurnalis Ignacio Ramonet pada hari Kamis (1/1/2026).
AS membenarkan kehadiran militernya di wilayah Karibia dengan alasan memerangi perdagangan narkoba.
Sejak awal September, Presiden AS Donald Trump telah mengizinkan sejumlah serangan yang menargetkan kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di lepas pantai Venezuela.
Pada bulan November, Trump menyatakan pendapat hari-hari Maduro sebagai pemimpin Venezuela sudah dihitung, sambil mengatakan Washington tidak berencana untuk berperang dengan Caracas.
Kedua negara telah saling melempar retorika panas selama beberapa pekan terakhir.
“Amerika Serikat tidak akan mampu memaksakan model dominasi kolonial dan perbudakan pada Venezuela untuk mencuri sumber daya alamnya,” ungkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Desember lalu.
“Mustahil bagi para pengambil keputusan AS untuk merekayasa realitas virtual dan memaksakan model dominasi kolonial dan perbudakan pada Venezuela untuk mencuri sumber daya alamnya. Ini sama sekali tidak mungkin, karena bangsa ini telah menunjukkan potensi yang cukup untuk memimpin negara kita ke jalan yang benar,” ujar Maduro dalam pertemuan dengan para wakil presiden.
Maduro menambahkan taruhan AS pada tokoh-tokoh oposisi seperti Leopoldo Lopez, Juan Guaido, dan Maria Corina Machado semuanya telah gagal.
“Mereka tidak akan pernah mengambil tanah air ini, dan Venezuela akan terus melanjutkan jalannya bersama rakyatnya dan akan mencapai kesuksesan besar di tahun-tahun mendatang. Pesan kami adalah pesan perdamaian, cinta, dan saling pengertian,” tambah presiden.
AS membenarkan kehadiran militernya di wilayah Karibia dengan memerangi perdagangan narkoba.
Venezuela memandang tindakan-tindakan ini sebagai provokasi yang bertujuan menggoyahkan stabilitas kawasan dan sebagai pelanggaran terhadap perjanjian internasional tentang status demiliterisasi dan bebas nuklir di Karibia.
Baca juga: Usai Pesta Pelantikan, Zohran Mamdani Mulai Kebijakan Perumahan: Kita Tak Akan Menunggu
"Pemerintah AS mengetahui hal ini karena kami telah memberi tahu banyak perwakilannya bahwa jika mereka ingin membahas perjanjian secara serius untuk memerangi perdagangan narkoba, kami siap," ungkap Maduro dalam wawancara dengan jurnalis Ignacio Ramonet pada hari Kamis (1/1/2026).
AS membenarkan kehadiran militernya di wilayah Karibia dengan alasan memerangi perdagangan narkoba.
Sejak awal September, Presiden AS Donald Trump telah mengizinkan sejumlah serangan yang menargetkan kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di lepas pantai Venezuela.
Pada bulan November, Trump menyatakan pendapat hari-hari Maduro sebagai pemimpin Venezuela sudah dihitung, sambil mengatakan Washington tidak berencana untuk berperang dengan Caracas.
Kedua negara telah saling melempar retorika panas selama beberapa pekan terakhir.
“Amerika Serikat tidak akan mampu memaksakan model dominasi kolonial dan perbudakan pada Venezuela untuk mencuri sumber daya alamnya,” ungkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Desember lalu.
“Mustahil bagi para pengambil keputusan AS untuk merekayasa realitas virtual dan memaksakan model dominasi kolonial dan perbudakan pada Venezuela untuk mencuri sumber daya alamnya. Ini sama sekali tidak mungkin, karena bangsa ini telah menunjukkan potensi yang cukup untuk memimpin negara kita ke jalan yang benar,” ujar Maduro dalam pertemuan dengan para wakil presiden.
Maduro menambahkan taruhan AS pada tokoh-tokoh oposisi seperti Leopoldo Lopez, Juan Guaido, dan Maria Corina Machado semuanya telah gagal.
“Mereka tidak akan pernah mengambil tanah air ini, dan Venezuela akan terus melanjutkan jalannya bersama rakyatnya dan akan mencapai kesuksesan besar di tahun-tahun mendatang. Pesan kami adalah pesan perdamaian, cinta, dan saling pengertian,” tambah presiden.
AS membenarkan kehadiran militernya di wilayah Karibia dengan memerangi perdagangan narkoba.
Venezuela memandang tindakan-tindakan ini sebagai provokasi yang bertujuan menggoyahkan stabilitas kawasan dan sebagai pelanggaran terhadap perjanjian internasional tentang status demiliterisasi dan bebas nuklir di Karibia.
Baca juga: Usai Pesta Pelantikan, Zohran Mamdani Mulai Kebijakan Perumahan: Kita Tak Akan Menunggu
(sya)
Lihat Juga :