Mata Uang Iran Terpuruk Picu Demo Rusuh, 6 Orang Tewas

Jum'at, 02 Januari 2026 - 10:25 WIB
loading...
A A A
"Setiap upaya untuk mengubah protes ekonomi menjadi alat ketidakamanan, penghancuran properti publik, atau penerapan skenario yang dirancang dari luar pasti akan ditanggapi dengan tanggapan yang sah, proporsional, dan tegas," katanya.

Awal pekan ini, sebuah video yang menunjukkan seseorang duduk di tengah jalan Teheran menghadap polisi sepeda motor menjadi viral di media sosial, dengan beberapa orang melihatnya sebagai "momen Tiananmen"—merujuk pada gambar terkenal seorang demonstran China yang menentang barisan tank selama protes anti-pemerintah tahun 1989 di Beijing.

Pada hari Kamis, televisi pemerintah menuduh rekaman tersebut telah direkayasa untuk "menciptakan simbol" dan menayangkan video lain yang konon diambil dari sudut lain oleh kamera petugas polisi.

Duduk bersila, demonstran itu tetap tanpa ekspresi, kepala tertunduk, sebelum menutupi kepalanya dengan jaketnya saat di belakangnya kerumunan orang melarikan diri dari kepulan gas air mata.

Pada Rabu malam, kantor berita Tasnim melaporkan penangkapan tujuh orang yang digambarkan sebagai berafiliasi dengan "kelompok-kelompok yang memusuhi Republik Islam yang berbasis di Amerika Serikat dan Eropa."

Disebutkan juga, "Mereka telah ditugaskan untuk mengubah demonstrasi menjadi kekerasan." Tasnim tidak menyebutkan kapan mereka ditangkap.

Pemerintah Iran biasanya menuduh kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat dan Israel, berada di balik protes anti-rezim di negara tersebut.

Mata uang nasional, rial, telah kehilangan lebih dari sepertiga nilainya terhadap dolar AS selama setahun terakhir, sementara hiperinflasi dua digit telah melemahkan daya beli warga Iran selama bertahun-tahun.

Tingkat inflasi pada bulan Desember adalah 52 persen secara tahunan, menurut Pusat Statistik Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Presiden Prabowo Diundang...
Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
China Segera Terapkan...
China Segera Terapkan UU Etnis Kontroversial, Bisa Incar Aktivis di Luar Negeri
Senator Amerika Serikat...
Senator Amerika Serikat Lindsey Graham Meninggal Dunia secara Mendadak
Rekomendasi
Partai Perindo Tuntaskan...
Partai Perindo Tuntaskan SK Definitif 15 DPD Sulut, Mantapkan Persiapan Verifikasi Parpol
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Bangun Budaya Peduli...
Bangun Budaya Peduli Lingkungan, SDN Keranggan Tangsel Bidik Adiwiyata Nasional
Berita Terkini
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved