Diancam Trump, Presiden Iran Sumpah akan Beri Respons Keras Setiap Agresi
Selasa, 30 Desember 2025 - 21:30 WIB
loading...
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto/anadolu
A
A
A
TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan tanggapan Teheran terhadap agresi akan keras. Pernyataan itu muncul pada hari Selasa (30/12/2025), menyusul ancaman dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Tanggapan Republik Islam Iran terhadap setiap agresi dan penindasan akan keras dan akan membuat Anda menyesalinya," tegas Pezeshkian di X.
Pada hari Senin, Trump mengatakan ia akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika negara itu mencoba untuk terus mengembangkan program rudal dan nuklir.
Iran membantah mengejar senjata nuklir, menegaskan program nuklirnya ditujukan untuk tujuan damai.
Trump mengisyaratkan Iran mungkin sedang berupaya memulihkan program nuklirnya setelah serangan udara AS pada bulan Juni yang merusak tiga fasilitas nuklir Iran.
“Sekarang saya mendengar Iran mencoba membangun kembali program nuklirnya, dan jika mereka melakukannya, kita harus menghancurkannya,” ujar Trump kepada wartawan. “Kita akan menghancurkannya. Kita akan menghancurkan mereka habis-habisan. Tapi, mudah-mudahan, itu tidak terjadi.”
Jika Iran mencoba membangun kembali program nuklirnya, “kita tidak akan punya pilihan selain dengan cepat memberantas pembangunan itu,” katanya. Konsekuensi dari langkah tersebut bisa “lebih dahsyat daripada sebelumnya”.
“Kita tahu persis ke mana mereka pergi, apa yang mereka lakukan, dan saya harap mereka tidak melakukannya, karena kita tidak ingin membuang bahan bakar untuk B-2,” tambah Trump, merujuk pada pesawat pembom yang digunakan dalam serangan sebelumnya.
Dia menyatakan, “Perjalanan pulang pergi memakan waktu 37 jam. Saya tidak ingin membuang banyak bahan bakar.”
Presiden AS menolak memberikan bukti untuk mendukung tuduhannya terhadap Iran. Namun, ia menambahkan AS dan Israel telah "sangat sukses" melawan musuh-musuh mereka, dan jika AS "tidak mengalahkan Iran, Anda tidak akan memiliki perdamaian di Timur Tengah".
Ketika ditanya apakah AS akan mendukung serangan Israel terhadap program rudal Iran, Trump berkata, "Jika mereka akan melanjutkan dengan rudal, ya. Nuklir? Cepat. Oke? Yang satu akan: Ya, tentu saja. Yang lainnya adalah: Kami akan melakukannya segera."
Baca juga: Warga Palestina Pertaruhkan Nyawa Mereka Seberangi Tembok Pemisah untuk Mencapai Yerusalem
"Tanggapan Republik Islam Iran terhadap setiap agresi dan penindasan akan keras dan akan membuat Anda menyesalinya," tegas Pezeshkian di X.
Pada hari Senin, Trump mengatakan ia akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika negara itu mencoba untuk terus mengembangkan program rudal dan nuklir.
Iran membantah mengejar senjata nuklir, menegaskan program nuklirnya ditujukan untuk tujuan damai.
Trump mengisyaratkan Iran mungkin sedang berupaya memulihkan program nuklirnya setelah serangan udara AS pada bulan Juni yang merusak tiga fasilitas nuklir Iran.
“Sekarang saya mendengar Iran mencoba membangun kembali program nuklirnya, dan jika mereka melakukannya, kita harus menghancurkannya,” ujar Trump kepada wartawan. “Kita akan menghancurkannya. Kita akan menghancurkan mereka habis-habisan. Tapi, mudah-mudahan, itu tidak terjadi.”
Jika Iran mencoba membangun kembali program nuklirnya, “kita tidak akan punya pilihan selain dengan cepat memberantas pembangunan itu,” katanya. Konsekuensi dari langkah tersebut bisa “lebih dahsyat daripada sebelumnya”.
“Kita tahu persis ke mana mereka pergi, apa yang mereka lakukan, dan saya harap mereka tidak melakukannya, karena kita tidak ingin membuang bahan bakar untuk B-2,” tambah Trump, merujuk pada pesawat pembom yang digunakan dalam serangan sebelumnya.
Dia menyatakan, “Perjalanan pulang pergi memakan waktu 37 jam. Saya tidak ingin membuang banyak bahan bakar.”
Presiden AS menolak memberikan bukti untuk mendukung tuduhannya terhadap Iran. Namun, ia menambahkan AS dan Israel telah "sangat sukses" melawan musuh-musuh mereka, dan jika AS "tidak mengalahkan Iran, Anda tidak akan memiliki perdamaian di Timur Tengah".
Ketika ditanya apakah AS akan mendukung serangan Israel terhadap program rudal Iran, Trump berkata, "Jika mereka akan melanjutkan dengan rudal, ya. Nuklir? Cepat. Oke? Yang satu akan: Ya, tentu saja. Yang lainnya adalah: Kami akan melakukannya segera."
Baca juga: Warga Palestina Pertaruhkan Nyawa Mereka Seberangi Tembok Pemisah untuk Mencapai Yerusalem
(sya)
Lihat Juga :