Selama Ini Ditutupi Keffiyeh, Ini Wajah Asli Jubir Militer Hamas Abu Ubaidah
Selasa, 30 Desember 2025 - 08:05 WIB
loading...
Inilah wajah asli Huthaifa Samir Abdullah al-Kahlout, juru bicara militer Hamas yang lebih dikenal sebagai Abu Ubaidah. Foto/Roya News
A
A
A
GAZA - Hamas pada hari Senin mengonfirmasi bahwa juru bicara (jubir) militernya, Abu Ubaidah, telah meninggal diserang Israel pada Agustus lalu. Setelah konfirmasi itu muncul, pihak keluarga merilis foto-foto dan nama asli jubir Brigade al-Qassam tersebut.
Pihak keluarga mengatakan Abu Ubaidah, istri, dan anak-anaknya telah meninggal akibat serangan brutal Zionis Israel.
Menurut keluarga, nama asli Abu Ubaidah adalah Huthaifa Samir Abdullah al-Kahlout. Sosok jubir militer Hamas ini selama misterius, dengan ciri khas wajah ditutupi keffiyeh Palestina.
Baca Juga: Hamas Konfirmasi Kematian Abu Ubaidah, Jubir Baru: Kami Mewarisi Gelarnya
"Dia pria dengan kecerdasan, kebijaksanaan, dan keberanian yang luar biasa," bunyi pernyataan keluarga al-Khout, menyoroti baik kualitas kemanusiaannya maupun dedikasinya terhadap perjuangan Palestina.
"Dia dikenal karena sikapnya yang tenang, pengambilan keputusan yang kuat, dan kepemimpinan yang teguh selama periode tekanan militer dan politik yang intens," lanjut pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Roya News, Selasa (30/12/2025).
![Selama Ini Ditutupi Keffiyeh, Ini Wajah Asli Jubir Militer Hamas Abu Ubaidah]()
Foto/Roya News
Pernyataan tersebut mencatat bahwa Abu Ubaidah telah menempuh studi akademis tingkat lanjut, termasuk gelar master dan program doktoral, tetapi telah memilih untuk memprioritaskan perjuangan untuk rakyat Palestina daripada kemajuan pribadi.
Meskipun perannya sangat menonjol dalam kelompok tersebut, keluarga menggambarkannya sebagai sosok yang rendah hati, tertutup, dan berdedikasi kepada komunitasnya, turut merasakan kesulitan warga Gaza termasuk kemiskinan, pengungsian, dan konflik.
![Selama Ini Ditutupi Keffiyeh, Ini Wajah Asli Jubir Militer Hamas Abu Ubaidah]()
Foto/Roya News
Keluarga al-Kahlout menekankan tragedi kolektif ini, tidak hanya berduka atas Abu Ubaidah tetapi juga keluarga dekatnya, menyatakan bahwa darahnya telah "bercampur dengan darah istri dan anak-anaknya" dalam serangan mematikan Israel tersebut.
Mereka mendesak para pendukung dan pengagum Abu Ubaidah di seluruh dunia untuk tidak hanya berpuas diri dengan kesedihan saja, tetapi untuk melanjutkan warisannya dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip yang diperjuangkannya.
Keluarga tersebut mengakhiri pernyataan mereka dengan menegaskan penyerahan diri mereka kepada kehendak Tuhan dan menggambarkan kematian tersebut sebagai "akhir heroik" yang diupayakan Abu Ubaidah, membela perjuangannya hingga saat-saat terakhir.
Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap perubahan kepemimpinan di dalam Hamas dan dampak yang lebih luas dari serangan yang ditargetkan terhadap struktur militer dan politiknya di Gaza.
Pihak keluarga mengatakan Abu Ubaidah, istri, dan anak-anaknya telah meninggal akibat serangan brutal Zionis Israel.
Menurut keluarga, nama asli Abu Ubaidah adalah Huthaifa Samir Abdullah al-Kahlout. Sosok jubir militer Hamas ini selama misterius, dengan ciri khas wajah ditutupi keffiyeh Palestina.
Baca Juga: Hamas Konfirmasi Kematian Abu Ubaidah, Jubir Baru: Kami Mewarisi Gelarnya
"Dia pria dengan kecerdasan, kebijaksanaan, dan keberanian yang luar biasa," bunyi pernyataan keluarga al-Khout, menyoroti baik kualitas kemanusiaannya maupun dedikasinya terhadap perjuangan Palestina.
"Dia dikenal karena sikapnya yang tenang, pengambilan keputusan yang kuat, dan kepemimpinan yang teguh selama periode tekanan militer dan politik yang intens," lanjut pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Roya News, Selasa (30/12/2025).

Foto/Roya News
Pernyataan tersebut mencatat bahwa Abu Ubaidah telah menempuh studi akademis tingkat lanjut, termasuk gelar master dan program doktoral, tetapi telah memilih untuk memprioritaskan perjuangan untuk rakyat Palestina daripada kemajuan pribadi.
Meskipun perannya sangat menonjol dalam kelompok tersebut, keluarga menggambarkannya sebagai sosok yang rendah hati, tertutup, dan berdedikasi kepada komunitasnya, turut merasakan kesulitan warga Gaza termasuk kemiskinan, pengungsian, dan konflik.

Foto/Roya News
Keluarga al-Kahlout menekankan tragedi kolektif ini, tidak hanya berduka atas Abu Ubaidah tetapi juga keluarga dekatnya, menyatakan bahwa darahnya telah "bercampur dengan darah istri dan anak-anaknya" dalam serangan mematikan Israel tersebut.
Mereka mendesak para pendukung dan pengagum Abu Ubaidah di seluruh dunia untuk tidak hanya berpuas diri dengan kesedihan saja, tetapi untuk melanjutkan warisannya dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip yang diperjuangkannya.
Keluarga tersebut mengakhiri pernyataan mereka dengan menegaskan penyerahan diri mereka kepada kehendak Tuhan dan menggambarkan kematian tersebut sebagai "akhir heroik" yang diupayakan Abu Ubaidah, membela perjuangannya hingga saat-saat terakhir.
Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap perubahan kepemimpinan di dalam Hamas dan dampak yang lebih luas dari serangan yang ditargetkan terhadap struktur militer dan politiknya di Gaza.
(mas)
Lihat Juga :