Rusia Dukung China untuk Caplok Taiwan, Perang Baru Akan Pecah?

Senin, 29 Desember 2025 - 15:09 WIB
loading...
A A A
Selain itu, Taiwan saat ini digunakan sebagai alat “pencegahan militer-strategis” terhadap Beijing, dengan beberapa negara Barat ingin mengambil keuntungan dari uang dan teknologi Taiwan, termasuk dengan menjual persenjataan AS yang mahal ke Taipei, kata menteri tersebut.

Dukungan Rusia untuk China atas Taiwan diabadikan dalam Perjanjian Bertetangga Baik dan Kerja Sama Persahabatan yang ditandatangani antara Moskow dan Beijing pada Juli 2001, Lavrov mengingatkan, menekankan bahwa salah satu prinsip dasarnya adalah “dukungan timbal balik dalam mempertahankan persatuan nasional dan integritas wilayah.”

Taiwan menjadi wilayah yang memerintah sendiri setelah Perang Saudara China pada tahun 1949, ketika pasukan Nasionalis mundur ke pulau itu setelah kehilangan daratan China kepada pasukan Komunis. Meskipun secara formal menganut kebijakan Satu China, AS mempertahankan hubungan tidak resmi yang erat dengan Taipei – yang mencakup kunjungan para anggota parlemen terkemuka – yang menimbulkan kemarahan dari Beijing.

Presiden China Xi Jinping telah berulang kali menekankan preferensinya untuk reunifikasi damai dengan Taiwan tetapi tidak mengesampingkan penggunaan kekerasan sambil mengecam apa yang ia sebut sebagai separatisme Taipei.

Pernyataan Lavrov muncul setelah Rusia menegaskan kembali dukungannya untuk Venezuela saat negara itu menghadapi blokade militer AS di Karibia. Washington menuduh otoritas Venezuela memiliki hubungan dengan kartel narkoba – tuduhan yang dibantah Caracas – dan telah menyerang kapal-kapal yang diduga mengangkut narkotika ke AS. Washington juga menyita kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela, sebuah tindakan yang dikecam Caracas sebagai "pembajakan."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Ngeri! Macan Tutul Masuk...
Ngeri! Macan Tutul Masuk Toko Miras, Serang Pegawai lalu Acak-Acak Minuman
Rekomendasi
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
Berita Terkini
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved