Kim Jong-un Pantau Latihan Rudal Jelajah, Desak Korut Kembangkan Senjata Nuklir Tanpa Batas
Senin, 29 Desember 2025 - 07:30 WIB
loading...
Korea Utara menggelar latihan rudal jelajah yang dipantau langsung oleh pemimpinnya, Kim Jong-un, pada hari Minggu. Foto/KCNA
A
A
A
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un telah mengawasi latihan peluncuran rudal jelajah strategis pada hari Minggu. Selama memantau manuver misil tersebut, dia mendesak militernya untuk terus mengembangkan persenjataan nuklir tanpa batas.
Mengutip laporan media pemerintah Korut, KCNA, pada hari Senin (29/12/2025), peluncuran rudal ini adalah acara terbaru yang dihadiri oleh Kim dalam serangkaian aktivitas sang pemimpin untuk menggarisbawahi kemajuan militer dan ekonomi negara itu sebelum kongres Partai Buruh yang diperkirakan akan diadakan pada awal tahun 2026. Kongres tersebut akan menetapkan rencana pembangunan untuk Korea Utara selama lima tahun ke depan.
Kim Jong-un menyatakan kepuasannya ketika rudal jelajah terbang mengikuti orbit yang ditetapkan di atas laut di sebelah barat Semenanjung Korea dan menghantam targetnya.
Baca Juga: Kim Jong-un Tembakkan Rudal Jarak Jauh setelah Kapal Selam Nuklir AS Masuk Korea Selatan
"Kim mengatakan memeriksa keandalan dan respons cepat komponen penangkal nuklir DPRK secara teratur... (adalah) hanya latihan yang bertanggung jawab, karena negara ini menghadapi berbagai ancaman keamanan," tulis KCNA, menggunakan nama resmi Korea Utara, Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK).
Kim Jong-un, lanjut KCNA, menegaskan bahwa Korea Utara akan terus mencurahkan semua upayanya untuk mengembangkan kekuatan tempur nuklirnya.
"Kim mendesak pengembangan tanpa batas dan berkelanjutan dari kekuatan senjata nuklir negara ini," lanjut laporan KCNA.
Peluncuran rudal jelajah hari Minggu hanya berselang beberapa hari setelah Kim Jong-un memantau pembangunan kapal selam bertenaga nuklir bersama putrinya dan juga mementau uji tembak rudal permukaan-ke-udara jarak jauh.
Selama bulan lalu, Kim Jong-un telah menghadiri berbagai peresmian fasilitas termasuk pabrik dan hotel, seiring negara tersebut berupaya menyelesaikan rencana lima tahun pembangunan saat ini sebelum mengadakan Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea yang berkuasa pada awal tahun 2026.
Kemajuan militer Korut ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Semenanjung Korea, bertepatan dengan persiapan kunjungan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung ke China pada awal Januari.
Lee diperkirakan akan meminta kerja sama Beijing dalam mengatasi ambisi nuklir Pyongyang dan isu-isu keamanan terkait.
Sementara itu, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat (AS) telah melakukan latihan udara gabungan yang diperluas dalam beberapa pekan terakhir, termasuk pengebom B-52 AS yang terbang bersama jet tempur Jepang di atas Laut Jepang awal bulan ini.
Pyongyang menuduh latihan gabungan tersebut merusak stabilitas regional.
Perkembangan ini terjadi di tengah kebuntuan yang berkepanjangan terkait program nuklir Korea Utara, yang meliputi hulu ledak, rudal balistik, dan sistem peluncuran kapal selam.
Presiden AS Donald Trump telah menyatakan kesediaan untuk keterlibatan baru, mendesak Pyongyang untuk kembali terlibat dengan Washington dan mitra regional.
Mengutip laporan media pemerintah Korut, KCNA, pada hari Senin (29/12/2025), peluncuran rudal ini adalah acara terbaru yang dihadiri oleh Kim dalam serangkaian aktivitas sang pemimpin untuk menggarisbawahi kemajuan militer dan ekonomi negara itu sebelum kongres Partai Buruh yang diperkirakan akan diadakan pada awal tahun 2026. Kongres tersebut akan menetapkan rencana pembangunan untuk Korea Utara selama lima tahun ke depan.
Kim Jong-un menyatakan kepuasannya ketika rudal jelajah terbang mengikuti orbit yang ditetapkan di atas laut di sebelah barat Semenanjung Korea dan menghantam targetnya.
Baca Juga: Kim Jong-un Tembakkan Rudal Jarak Jauh setelah Kapal Selam Nuklir AS Masuk Korea Selatan
"Kim mengatakan memeriksa keandalan dan respons cepat komponen penangkal nuklir DPRK secara teratur... (adalah) hanya latihan yang bertanggung jawab, karena negara ini menghadapi berbagai ancaman keamanan," tulis KCNA, menggunakan nama resmi Korea Utara, Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK).
Kim Jong-un, lanjut KCNA, menegaskan bahwa Korea Utara akan terus mencurahkan semua upayanya untuk mengembangkan kekuatan tempur nuklirnya.
"Kim mendesak pengembangan tanpa batas dan berkelanjutan dari kekuatan senjata nuklir negara ini," lanjut laporan KCNA.
Peluncuran rudal jelajah hari Minggu hanya berselang beberapa hari setelah Kim Jong-un memantau pembangunan kapal selam bertenaga nuklir bersama putrinya dan juga mementau uji tembak rudal permukaan-ke-udara jarak jauh.
Selama bulan lalu, Kim Jong-un telah menghadiri berbagai peresmian fasilitas termasuk pabrik dan hotel, seiring negara tersebut berupaya menyelesaikan rencana lima tahun pembangunan saat ini sebelum mengadakan Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea yang berkuasa pada awal tahun 2026.
Korea Selatan Minta Bantuan China
Kemajuan militer Korut ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Semenanjung Korea, bertepatan dengan persiapan kunjungan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung ke China pada awal Januari.
Lee diperkirakan akan meminta kerja sama Beijing dalam mengatasi ambisi nuklir Pyongyang dan isu-isu keamanan terkait.
Sementara itu, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat (AS) telah melakukan latihan udara gabungan yang diperluas dalam beberapa pekan terakhir, termasuk pengebom B-52 AS yang terbang bersama jet tempur Jepang di atas Laut Jepang awal bulan ini.
Pyongyang menuduh latihan gabungan tersebut merusak stabilitas regional.
Perkembangan ini terjadi di tengah kebuntuan yang berkepanjangan terkait program nuklir Korea Utara, yang meliputi hulu ledak, rudal balistik, dan sistem peluncuran kapal selam.
Presiden AS Donald Trump telah menyatakan kesediaan untuk keterlibatan baru, mendesak Pyongyang untuk kembali terlibat dengan Washington dan mitra regional.
(mas)
Lihat Juga :