China Bakar Bendera Doa di Tibet, Tuduhan Represi Budaya Menguat
Minggu, 28 Desember 2025 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
Simbol Keimanan Tibet yang Terhapus
“Otoritas China selalu bersumpah untuk menghapus segala bentuk perilaku Tibet yang mereka anggap merugikan produktivitas dan mata pencaharian masyarakat,” katanya.
“Karena itu, kini mereka menargetkan tradisi Tibet memasang bendera doa di berbagai tempat, dengan menginstruksikan pejabat lokal, pimpinan biara, hingga aparat tingkat distrik dan kecamatan untuk melaksanakan perintah tersebut,” sambung dia.
Memaksa warga Tibet menyerahkan bendera doa kepada polisi untuk dihancurkan merupakan bentuk pelanggaran sekaligus penistaan, menurut Massimo Introvigne, sosiolog agama asal Italia. Dia menilai Partai Komunis China berupaya menghancurkan agama dan budaya Tibet, menyisakan versi “Tibet yang didisneyfikasi” demi kepentingan wisatawan.
“Upaya ini telah berlangsung selama puluhan tahun, tetapi semakin meningkat di bawah kepemimpinan Xi Jinping. Bendera doa adalah jiwa Tibet. Bahkan mereka yang bukan penganut Buddha pun seharusnya memprotes manifestasi baru genosida budaya ini,” ujarnya.
Selain itu, sekitar 300 stupa Buddha dilaporkan dihancurkan di provinsi Tibet Kham pada pertengahan 2025. Central Tibetan Administration (CTA) menyebut tindakan tersebut sebagai vandalisme budaya yang terang-terangan dan menyebabkan trauma mendalam bagi warga Tibet di seluruh dunia.
Otoritas China, menurut CTA, secara sinis membenarkan penghancuran tersebut dengan alasan stupa-stupa itu dibangun di “lahan pemerintah” dan melanggar regulasi yang tidak dijelaskan secara rinci. Puing-puing batu dari bangunan suci tersebut telah sepenuhnya dibersihkan, menghapus seluruh jejak simbol keimanan yang telah berdiri selama berabad-abad.
(mas)
Lihat Juga :