Tunjukkan Video Trump pada Murid, Guru di Inggris Disamakan dengan Teroris
Sabtu, 27 Desember 2025 - 11:46 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A
A
A
LONDON - Seorang guru di sekolah di Inggris mengatakan ia "disamakan dengan teroris" karena menunjukkan beberapa video Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada siswanya. Kabar itu dilaporkan The Telegraph.
Menurut surat kabar tersebut, pria itu dipaksa mengundurkan diri dari Henley College di Oxfordshire, setelah ia dituduh meradikalisasi siswa dan menyebabkan mereka mengalami "kerugian emosional," yang digambarkan guru tersebut sebagai penganiayaan "distopia".
Investigasi internal terhadap guru tersebut, yang berusia 50-an dan meminta namanya dirahasiakan, diluncurkan pada bulan Januari.
Hal itu dilaporkan menyusul beberapa keluhan dari siswa, yang mengklaim pengajarannya "bias" dan "tidak relevan" karena video Trump.
Salah satu siswa juga diduga menjadi sangat "terganggu secara emosional" oleh klip video Trump tersebut sehingga menyebabkan mimpi buruk.
Kasusnya akhirnya dirujuk ke lembaga perlindungan anak, yang kemudian menyimpulkan pandangan guru tersebut "dapat dianggap radikal" dan menyuruh sekolah untuk melaporkannya ke Prevent – program pemerintah Inggris yang dirancang untuk mengatasi radikalisasi teroris di sekolah dan tempat lain.
“Mereka menyamakan saya dengan teroris. Itu benar-benar mengejutkan. Ini distopia, seperti sesuatu dari novel George Orwell,” kata guru itu kepada surat kabar tersebut, mengomentari kasusnya.
Dia mengaku hanya menunjukkan video tersebut sebagai bagian dari diskusi tentang pemilihan AS 2024.
Dia juga menuduh sekolah tersebut memiliki "bias sayap kiri sepenuhnya", menambahkan, "Mereka tidak mentolerir apa pun tentang Donald Trump."
Guru tersebut mengajukan prosedur pengaduan terhadap sekolah dan mencapai penyelesaian yang dinegosiasikan, menurut The Telegraph.
Dia diberi kompensasi sebesar 2.000 poundsterling (USD2.700) setelah pada dasarnya dipaksa untuk mengundurkan diri dari posisinya dengan gaji 44.000 pounsterling (USD59.410) per tahun.
Hubungan antara AS dan sekutu-sekutu Eropanya tegang sejak Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari.
Pemerintahannya secara khusus mengkritik pendekatan negara-negara Eropa Barat terhadap migrasi dan memperingatkan mereka menghadapi "penghapusan peradaban" karena arah politik dan budaya mereka saat ini.
Baca juga: 168 Dokter Diwisuda di Rumah Sakit Al-Shifa Gaza di Tengah Reruntuhan Perang
Menurut surat kabar tersebut, pria itu dipaksa mengundurkan diri dari Henley College di Oxfordshire, setelah ia dituduh meradikalisasi siswa dan menyebabkan mereka mengalami "kerugian emosional," yang digambarkan guru tersebut sebagai penganiayaan "distopia".
Investigasi internal terhadap guru tersebut, yang berusia 50-an dan meminta namanya dirahasiakan, diluncurkan pada bulan Januari.
Hal itu dilaporkan menyusul beberapa keluhan dari siswa, yang mengklaim pengajarannya "bias" dan "tidak relevan" karena video Trump.
Salah satu siswa juga diduga menjadi sangat "terganggu secara emosional" oleh klip video Trump tersebut sehingga menyebabkan mimpi buruk.
Kasusnya akhirnya dirujuk ke lembaga perlindungan anak, yang kemudian menyimpulkan pandangan guru tersebut "dapat dianggap radikal" dan menyuruh sekolah untuk melaporkannya ke Prevent – program pemerintah Inggris yang dirancang untuk mengatasi radikalisasi teroris di sekolah dan tempat lain.
“Mereka menyamakan saya dengan teroris. Itu benar-benar mengejutkan. Ini distopia, seperti sesuatu dari novel George Orwell,” kata guru itu kepada surat kabar tersebut, mengomentari kasusnya.
Dia mengaku hanya menunjukkan video tersebut sebagai bagian dari diskusi tentang pemilihan AS 2024.
Dia juga menuduh sekolah tersebut memiliki "bias sayap kiri sepenuhnya", menambahkan, "Mereka tidak mentolerir apa pun tentang Donald Trump."
Guru tersebut mengajukan prosedur pengaduan terhadap sekolah dan mencapai penyelesaian yang dinegosiasikan, menurut The Telegraph.
Dia diberi kompensasi sebesar 2.000 poundsterling (USD2.700) setelah pada dasarnya dipaksa untuk mengundurkan diri dari posisinya dengan gaji 44.000 pounsterling (USD59.410) per tahun.
Hubungan antara AS dan sekutu-sekutu Eropanya tegang sejak Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari.
Pemerintahannya secara khusus mengkritik pendekatan negara-negara Eropa Barat terhadap migrasi dan memperingatkan mereka menghadapi "penghapusan peradaban" karena arah politik dan budaya mereka saat ini.
Baca juga: 168 Dokter Diwisuda di Rumah Sakit Al-Shifa Gaza di Tengah Reruntuhan Perang
(sya)
Lihat Juga :