Terungkap, Putin dan Bush Sama-sama Cemas dengan Senjata Nuklir Pakistan

Jum'at, 26 Desember 2025 - 16:34 WIB
loading...
Terungkap, Putin dan...
Arsip Keamanan Nasional AS ungkap kecemasan Presiden Rusia Vladimir Putin dan George W Bush tentang senjata nuklir Pakistan dalam percakapan pribadi mereka dua dekade silam. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Sebuah dokumen Washington mengungkap Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush berbagi kecemasan tentang proliferasi nuklir Pakistan selama pembicaraan pribadi mereka lebih dari dua dekade lalu.

Dalam pertemuan pribadi pertama mereka pada 16 Juni 2001 di Slovenia, Putin menyuarakan kekhawatirannya tentang stabilitas Islamabad dan kegelisahannya atas kendali aset senjata nuklirnya.

Dokumen transkrip percakapan tersebut baru-baru ini dirilis oleh Arsip Keamanan Nasional, yang menunjukkan Putin menyebut tentara Pakistan sebagai "junta dengan senjata nuklir".

Baca Juga: Panglima Militer Pakistan: Kami Negara Nuklir, Jika Kami Hancur, Separuh Dunia Juga Hancur!

Dokumen tersebut, yang mencakup pertemuan dan panggilan yang luar biasa jujur antara tahun 2001 dan 2008, mengungkapkan bahwa kedua pemimpin memandang Pakistan, di bawah penguasa militer Pervez Musharraf, sebagai masalah non-proliferasi yang signifikan.

Pada pertemuan mereka di Slovenia, Putin mempertanyakan mengapa Pakistan tidak menghadapi tingkat tekanan internasional yang berkelanjutan seperti negara-negara lain yang dituduh melakukan pelanggaran nuklir.

"Ini hanyalah junta dengan senjata nuklir. Ini bukan demokrasi, namun Barat tidak mengkritiknya. Seharusnya mereka membicarakannya," kata Putin, sebagai tertulis dalam dokumen tersebut.

Putin mengungkapkan skeptisisme Moskow tentang toleransi Barat terhadap Islamabad meskipun rekam jejak proliferasinya penuh kontroversi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Iran Merudal Kapal Tanker...
Iran Merudal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Situasi Memanas Lagi
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Rusia Klaim Kuasai Benteng...
Rusia Klaim Kuasai Benteng Pertahanan Terkuat Ukraina di Konstantinovka, Tewaskan 13.500 Tentara
Terungkap, AS Sempat...
Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Rekomendasi
UPN Veteran Jakarta...
UPN Veteran Jakarta Hormati Proses Judicial Review Dosen di MK
Tarif Transjakarta Diusulkan...
Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000, Pramono: Segera Dikaji
Momen Prabowo Sambut...
Momen Prabowo Sambut PM Narendra Modi di Istana Merdeka
Berita Terkini
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
3 Alasan Pemakaman Khamenei...
3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved