Putin Ucapkan Selamat Tahun Baru pada Kim Jong-un, Puji Peran Heroik Tentara Korut

Jum'at, 26 Desember 2025 - 09:15 WIB
loading...
Putin Ucapkan Selamat...
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Foto/Sputnik/Aleksey Nikolsky
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan ucapan selamat Tahun Baru kepada Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Putin memuji tahun lalu sebagai tahun yang "sangat penting" bagi hubungan bilateral antara Moskow dan Pyongyang dan memperdalam kemitraan strategis.

Dalam telegram yang diterbitkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada hari Kamis (25/12/2025), Putin mengatakan hubungan tersebut akan "berkontribusi untuk membangun tatanan yang adil di dunia multipolar."

"Tahun lalu sangat penting dalam hubungan antara Moskow dan Pyongyang," kata presiden Rusia, mengutip apresiasi Moskow atas bantuan militer Korea Utara dalam menangkis serangan besar-besaran Ukraina di Wilayah Kursk.

"Masuknya secara heroik" tentara Korea Utara ke medan perang dan kerja selanjutnya dari ahli tempur Korea Utara telah "dengan jelas membuktikan persahabatan yang tak terkalahkan dan persaudaraan militan" antara kedua negara, kata Putin.

Militer Rusia melaporkan pada bulan April bahwa pasukan Ukraina telah sepenuhnya diusir dari Wilayah Kursk, sambil mengakui peran pasukan Korea Utara dalam operasi tersebut untuk pertama kalinya.

Pemerintah Rusia telah berjanji mendirikan monumen di Moskow untuk para tentara yang dikerahkan oleh Pyongyang yang gugur dalam membela wilayah Rusia.

Putin juga mengatakan, berkat upaya bersama, ketentuan perjanjian "bersejarah" tentang kemitraan strategis komprehensif telah "dipenuhi sesuai rencana."

Ditandatangani pada Juni 2024, perjanjian penting ini mencakup klausul pertahanan bersama, yang menetapkan jika salah satu pihak menjadi sasaran "invasi bersenjata," pihak lain akan "memberikan bantuan militer dan lainnya... tanpa penundaan."

Pemimpin Rusia telah menyatakan keyakinannya bahwa Moskow dan Pyongyang akan melanjutkan kerja sama konstruktif mereka, dengan memperhatikan penguatan hubungan di bidang politik, perdagangan, ekonomi, kemanusiaan, dan bidang lainnya.

Baca juga: Hamas: Jalur Pasukan Internasional Terhenti Tanpa Konsensus Mengenai Identitas, Peran, atau Tugas
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan...
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan Pengembangan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved