Viral! Dokter Ini Pukuli Pasien Sesak Napas Secara Brutal di Ranjang Rumah Sakit
Kamis, 25 Desember 2025 - 08:43 WIB
loading...
Dokter di India pukuli pasien sesak napas secara brutal di ranjang rumah sakit. Foto/via The New York Post
A
A
A
NEW DELHI - Seorang dokter rumah sakit di India telah diskors setelah rekaman video yang viral menunjukkan dia berulang kali memukuli seorang pasien sesak napas secara brutal. Pasien ditinju bertubi-tubi saat terbaring di ranjang.
Dokter residen senior, Dr Raghav Narula, yang bekerja di Indira Gandhi Medical College (IGMC) di Shimla, India utara, menyerang pasien, Arjun Panwar (36) selama pertengkaran pada hari Senin.
Panwar dirawat di rumah sakit karena kesulitan bernapas dan sedang beristirahat di ranjang kamar rumah sakit setelah pemeriksaan ketika insiden itu terjadi.
Baca Juga: Tarik Cadar Wanita Muslim di Depan Umum, Kepala Menteri Bihar India Didesak Mundur
Dia mengatakan kepada Times of India bahwa dokter tersebut mulai berbicara kepadanya dengan kasar, menggunakan kata dalam bahasa Hindu "tu"—istilah untuk "kamu" yang dapat dianggap tidak sopan atau terlalu akrab jika digunakan dengan orang asing.
Menurut Panwar, dia mengeluhkan perilaku dokter tersebut dan meminta rasa hormat sebelum terjadi pertengkaran, di mana dokter tersebut mulai memukulnya.
“Setelah pemeriksaan, saya berbaring di tempat tidur kosong di bangsal paru-paru karena dokter menyarankan saya untuk beristirahat sejenak,” katanya kepada media tersebut.
“Raghav datang dan mulai menanyakan tentang laporan medis saya. Dia memanggil saya ‘tu'. Ketika saya bertanya apakah dia berbicara dengan anggota keluarganya dengan cara yang sama, dokter itu mulai memukuli saya," ujarnya.
Rekaman video yang diambil oleh seorang petugas menunjukkan dokter berjas putih tersebut berulang kali memukul pasien saat pasien berusaha melindungi diri.
Setelah kejadian tersebut, Panwar mengajukan laporan polisi, menuduh adanya penyerangan fisik oleh dokter tersebut.
Kerabat dan teman-teman pasien berkumpul di luar rumah sakit dan menuntut penangkapan segera terhadap dokter Raghav.
Mereka juga mengancam akan melakukan mogok kerja tanpa batas waktu di dalam rumah sakit jika tindakan tidak diambil terhadapnya.
Dalam sebuah pernyataan, kepala medis IGMC Rahul Rao mengonfirmasi bahwa Raghav telah diskors sementara penyelidikan sedang berlangsung.
“Dokter residen senior, Dr Raghav Narula, telah diskors hingga ada perintah lebih lanjut. Dia dinyatakan bersalah dalam penyelidikan awal,” kata Rao.
Dia menambahkan bahwa menteri kesehatan negara bagian telah meminta laporan tentang masalah tersebut dan bahwa versi awal kejadian telah dikirim ke pemerintah.
Raghav membantah tuduhan tersebut dalam pernyataan yang disampaikan kepada media. "Saya tidak bermaksud menyerang pasien. Pasienlah yang bersikap kasar kepada saya terlebih dahulu. Saya akan menyampaikan keterangan saya kepada polisi," katanya.
Polisi juga sedang menyelidiki masalah ini, menurut laporan Indian Express, Kamis (25/12/2025).
“Kami telah menerima pengaduan dari Arjun Singh dan telah memulai penyelidikan. Keadaan di mana dugaan penyerangan terjadi sedang diselidiki, dan pernyataan dari para dokter yang dituduh akan dicatat,” kata Sub-Inspektur Dilip Kumar, petugas penyelidik, kepada media tersebut.
Dokter residen senior, Dr Raghav Narula, yang bekerja di Indira Gandhi Medical College (IGMC) di Shimla, India utara, menyerang pasien, Arjun Panwar (36) selama pertengkaran pada hari Senin.
Panwar dirawat di rumah sakit karena kesulitan bernapas dan sedang beristirahat di ranjang kamar rumah sakit setelah pemeriksaan ketika insiden itu terjadi.
Baca Juga: Tarik Cadar Wanita Muslim di Depan Umum, Kepala Menteri Bihar India Didesak Mundur
Dia mengatakan kepada Times of India bahwa dokter tersebut mulai berbicara kepadanya dengan kasar, menggunakan kata dalam bahasa Hindu "tu"—istilah untuk "kamu" yang dapat dianggap tidak sopan atau terlalu akrab jika digunakan dengan orang asing.
Menurut Panwar, dia mengeluhkan perilaku dokter tersebut dan meminta rasa hormat sebelum terjadi pertengkaran, di mana dokter tersebut mulai memukulnya.
“Setelah pemeriksaan, saya berbaring di tempat tidur kosong di bangsal paru-paru karena dokter menyarankan saya untuk beristirahat sejenak,” katanya kepada media tersebut.
“Raghav datang dan mulai menanyakan tentang laporan medis saya. Dia memanggil saya ‘tu'. Ketika saya bertanya apakah dia berbicara dengan anggota keluarganya dengan cara yang sama, dokter itu mulai memukuli saya," ujarnya.
Rekaman video yang diambil oleh seorang petugas menunjukkan dokter berjas putih tersebut berulang kali memukul pasien saat pasien berusaha melindungi diri.
Setelah kejadian tersebut, Panwar mengajukan laporan polisi, menuduh adanya penyerangan fisik oleh dokter tersebut.
Kerabat dan teman-teman pasien berkumpul di luar rumah sakit dan menuntut penangkapan segera terhadap dokter Raghav.
Mereka juga mengancam akan melakukan mogok kerja tanpa batas waktu di dalam rumah sakit jika tindakan tidak diambil terhadapnya.
Dalam sebuah pernyataan, kepala medis IGMC Rahul Rao mengonfirmasi bahwa Raghav telah diskors sementara penyelidikan sedang berlangsung.
“Dokter residen senior, Dr Raghav Narula, telah diskors hingga ada perintah lebih lanjut. Dia dinyatakan bersalah dalam penyelidikan awal,” kata Rao.
Dia menambahkan bahwa menteri kesehatan negara bagian telah meminta laporan tentang masalah tersebut dan bahwa versi awal kejadian telah dikirim ke pemerintah.
Raghav membantah tuduhan tersebut dalam pernyataan yang disampaikan kepada media. "Saya tidak bermaksud menyerang pasien. Pasienlah yang bersikap kasar kepada saya terlebih dahulu. Saya akan menyampaikan keterangan saya kepada polisi," katanya.
Polisi juga sedang menyelidiki masalah ini, menurut laporan Indian Express, Kamis (25/12/2025).
“Kami telah menerima pengaduan dari Arjun Singh dan telah memulai penyelidikan. Keadaan di mana dugaan penyerangan terjadi sedang diselidiki, dan pernyataan dari para dokter yang dituduh akan dicatat,” kata Sub-Inspektur Dilip Kumar, petugas penyelidik, kepada media tersebut.
(mas)
Lihat Juga :