4 Alasan Israel Tak Akan Menarik Diri dari Gaza
Rabu, 24 Desember 2025 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi perluasan pemukiman di Tepi Barat, Katz mengatakan: “Pemerintahan Netanyahu adalah pemerintahan pemukiman… pemerintahan ini berupaya untuk bertindak. Jika kita bisa mendapatkan kedaulatan, kita akan mewujudkannya. Kita berada di era kedaulatan praktis.”
“Ada peluang di sini yang sudah lama tidak ada,” tambahnya.
Berdasarkan hukum internasional, semua pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki adalah ilegal. Pemindahan penduduk sipil dari kekuatan pendudukan ke wilayah pendudukan dianggap sebagai kejahatan perang berdasarkan Statuta Roma Pengadilan Kriminal Internasional.
Sementara itu, kekerasan oleh pasukan Israel dan para pemukim terus berlanjut di seluruh Tepi Barat, sementara pembunuhan terus terjadi di Gaza meskipun gencatan senjata telah diberlakukan. Pejabat Palestina mengatakan lebih dari 1.100 warga Palestina telah tewas, sekitar 11.000 terluka, dan lebih dari 21.000 ditangkap.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa sejak gencatan senjata dimulai pada 11 Oktober, setidaknya 406 warga Palestina telah tewas dan 1.118 terluka. Sejak dimulainya perang Israel pada 7 Oktober 2023, kata kementerian tersebut, 70.942 warga Palestina telah tewas dan 171.195 terluka.
“Ada peluang di sini yang sudah lama tidak ada,” tambahnya.
4. Menarik Dukungan Sayap Kanan Israel
Israel diperkirakan akan memasuki tahun pemilihan pada tahun 2026, dengan perluasan pemukiman ilegal sebagai isu politik utama. Anggota sayap kanan dan ultranasionalis dari koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berulang kali mengatakan bahwa mereka bermaksud untuk menduduki kembali Gaza dan memperluas pemukiman ilegal di Tepi Barat.Berdasarkan hukum internasional, semua pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki adalah ilegal. Pemindahan penduduk sipil dari kekuatan pendudukan ke wilayah pendudukan dianggap sebagai kejahatan perang berdasarkan Statuta Roma Pengadilan Kriminal Internasional.
Sementara itu, kekerasan oleh pasukan Israel dan para pemukim terus berlanjut di seluruh Tepi Barat, sementara pembunuhan terus terjadi di Gaza meskipun gencatan senjata telah diberlakukan. Pejabat Palestina mengatakan lebih dari 1.100 warga Palestina telah tewas, sekitar 11.000 terluka, dan lebih dari 21.000 ditangkap.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa sejak gencatan senjata dimulai pada 11 Oktober, setidaknya 406 warga Palestina telah tewas dan 1.118 terluka. Sejak dimulainya perang Israel pada 7 Oktober 2023, kata kementerian tersebut, 70.942 warga Palestina telah tewas dan 171.195 terluka.
(ahm)
Lihat Juga :