UE Kecam China yang Berlakukan Bea Masuk Tinggi Produk Susu

Rabu, 24 Desember 2025 - 11:47 WIB
loading...
UE Kecam China yang...
Uni Eropa kecam keputusan China yang memberlakukan bea masuk hingga 42,7 persen terhadap sejumlah produk susu asal blok tersebut. Foto/Fox26/Thierry Charlier
A A A
JAKARTA - Uni Eropa (UE) mengecam keputusan China yang memberlakukan bea masuk hingga 42,7 persen terhadap sejumlah produk susu asal blok tersebut. UE menilai langkah itu “tak beralasan” di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara kedua pihak.

Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa “setoran bea sementara” dengan tarif berkisar 21,9 persen hingga 42,7 persen akan mulai berlaku pada Selasa kemarin. Kebijakan ini mencakup berbagai produk, termasuk keju segar dan olahan, dadih, keju biru, serta sejumlah produk susu dan krim.

Langkah Sementara


Dikutip dari Channel News Asia, Rabu (24/12/2025), pengenaan bea masuk tersebut mengikuti penyelidikan anti-subsidi yang diluncurkan pada Agustus 2024, setelah adanya permintaan dari Asosiasi Produk Susu China. Penyelidikan ini dijadwalkan rampung pada Februari mendatang, setelah itu Beijing berpeluang menyesuaikan kebijakan yang diambil.

Baca Juga: Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke Tiga Perusahaan China Terkait Perang Rusia

Kementerian Perdagangan China menyebut temuan awal menunjukkan adanya keterkaitan antara subsidi Uni Eropa dan apa yang disebut sebagai “kerugian signifikan” terhadap industri susu domestik China. Namun, otoritas Eropa menolak penilaian tersebut.

“Penilaian kami adalah bahwa penyelidikan ini didasarkan pada tuduhan yang meragukan dan bukti yang tidak memadai, sehingga langkah-langkah tersebut tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan,” ujar juru bicara perdagangan Komisi Eropa, Olof Gill.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Berita Terkini
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Infografis
Profil Gatot Nurmantyo,...
Profil Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Bursa Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved