Wabah Corona, Warga Belgia Disuruh Makan Kentang Goreng Lebih Banyak

Senin, 04 Mei 2020 - 21:00 WIB
loading...
Wabah Corona, Warga...
Kentang goreng diproses di pabrik Mydibel Group di Moucron. Foto/REUTERS
A A A
MOUSCRON - Saat para petani dan pabrik kentang mengalami penurunan permintaan di tengah wabah corona, warga Belgia diminta makan lebih banyak kentang goreng.

Belgia merupakan pengeksor kentang goreng dan produk kentang beku lain terbesar di dunia. Pabrik-pabriknya dapat mengubah 5,3 juta ton kentang menjadi kentang goreng, kentang tumbuk dan kentang krispi per tahun, serta mengirimkannya ke konsumen di lebih dari 160 negara.

Pembatasan untuk mengatasi virus corona memakta penutupan cafe dan restoran yang menjadi konsumen utama untuk kentang goreng. Perusahaan-perusahaan pemprosesan juga mengalami penurunan hingga 80%.

“Kami tahu warga Belgia menyukai kentang goreng, ini warisan tak terlihat dalam budaya gorengan kami, jadi kami minta warga Belgia mengonsumsi kentang goreng lebih banyak untuk memungkinkan kita memproses lebih banyak kentang dan menghindari sampah makanan,” papar Romain Cools, sekretaris jenderal grup industri Belgapom.

Belgapom menyatakan permintaan global kentang beku turun lebih dari 40%. Sektor kentang di Prancis, Jerman, dan Belanda juga mengalami masalah sama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
Belgia Koreksi Klaim...
Belgia Koreksi Klaim AS tentang Gabung Dewan Perdamaian Trump
Picu Kontroversi, Patung...
Picu Kontroversi, Patung Bayi Yesus ‘Tanpa Wajah’ Dicuri di Brussels
Partai TRUMP Diluncurkan...
Partai TRUMP Diluncurkan di Belgia, Berikut 4 Alasannya
Siap Perang dengan Rusia,...
Siap Perang dengan Rusia, Negara NATO Ini Undang 149.000 Anak Muda Ikut Wajib Militer
Usai Ancam Hapus Moskow...
Usai Ancam Hapus Moskow dari Peta, Negara NATO Beri Klarifikasi
Aplikasi Pengintai untuk...
Aplikasi Pengintai untuk Identifikasi Jenis Peralatan Militer Diluncurkan
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Pemicu Makin Banyak...
Pemicu Makin Banyak WNI Pindah Jadi Warga Negara Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved