Pangeran Palsu Arab Saudi Sukses Menyusup ke Elite Politik Lebanon Bertahun-tahun, Kok Bisa?
Selasa, 23 Desember 2025 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
Investigasi yang menyusul mengarah pada penangkapan al-Hessian oleh intelijen militer Lebanon. Menurut laporan media setempat, dia mengaku selama interogasi bahwa dia telah melakukan panggilan telepon atas permintaan Araymet, menyamar sebagai pangeran Arab Saudi menggunakan aksen Arab Teluk dan beberapa saluran telepon, termasuk nomor Arab Saudi dan Inggris.
Pihak berwenang Arab Saudi dilaporkan telah memberi tahu dinas keamanan Lebanon, yang menyebabkan penangkapan tersebut. Investigasi masih berlangsung, dengan referensi ke tersangka tambahan dan kemungkinan bukti audio dan video yang mendokumentasikan penyamaran tersebut.
Peneliti politik Nidal al-Sabaa, berbicara di platform Spot Shot, mengatakan bahwa al-Hessian sebelumnya bekerja dengan intelijen Suriah dan menggunakan latar belakangnya untuk memperkuat ilusi pengaruh dan akses.
Kasus ini menjadi semakin sensitif di tengah klaim bahwa "Abu Omar" mungkin telah memainkan peran selama konsultasi Parlemen Lebanon yang mengikat untuk menunjuk seorang perdana menteri.
Beberapa anggota Parlemen dilaporkan mengeklaim bahwa mereka menerima "bimbingan Saudi" dalam pilihan politik mereka, menimbulkan kekhawatiran bahwa instruksi asing yang dibuat-buat mungkin telah memengaruhi proses konstitusional.
Pihak berwenang Arab Saudi dilaporkan telah memberi tahu dinas keamanan Lebanon, yang menyebabkan penangkapan tersebut. Investigasi masih berlangsung, dengan referensi ke tersangka tambahan dan kemungkinan bukti audio dan video yang mendokumentasikan penyamaran tersebut.
Peneliti politik Nidal al-Sabaa, berbicara di platform Spot Shot, mengatakan bahwa al-Hessian sebelumnya bekerja dengan intelijen Suriah dan menggunakan latar belakangnya untuk memperkuat ilusi pengaruh dan akses.
Kasus ini menjadi semakin sensitif di tengah klaim bahwa "Abu Omar" mungkin telah memainkan peran selama konsultasi Parlemen Lebanon yang mengikat untuk menunjuk seorang perdana menteri.
Beberapa anggota Parlemen dilaporkan mengeklaim bahwa mereka menerima "bimbingan Saudi" dalam pilihan politik mereka, menimbulkan kekhawatiran bahwa instruksi asing yang dibuat-buat mungkin telah memengaruhi proses konstitusional.
(mas)
Lihat Juga :