China Gelar Patroli Bersama Pesawat Pembom Nuklir Rusia dari Asia Timur ke Alaska

Senin, 22 Desember 2025 - 18:35 WIB
loading...
A A A
Menurut Proyek Informasi Nuklir Federasi Ilmuwan Amerika, pesawat pembom Tu-95MS dapat menembakkan rudal nuklir, tetapi pesawat pembom H-6K tidak memiliki kemampuan nuklir.

Selama patroli kedua hingga keenam antara tahun 2020 dan 2023, yang juga dimulai di atas Laut Jepang, pesawat Rusia dan Tiongkok memperluas jangkauan mereka ke Laut Filipina, di sebelah timur Selat Miyako, tidak seperti misi perdana yang tidak sepenuhnya melintasi jalur air tersebut.

Selat Miyako adalah koridor strategis di Rantai Pulau Pertama, garis utara-selatan yang dibentuk oleh Jepang, Taiwan, dan Filipina di bawah strategi AS yang bertujuan untuk mencegah dan mempertahankan diri dari potensi agresi dengan memproyeksikan kekuatan militer sekutu yang dipimpin AS.

Selain memperpanjang rute penerbangan mereka, Rusia dan China meningkatkan frekuensi patroli pada tahun 2022—melakukannya pada tanggal 24 Mei dan 30 November—untuk pertama kalinya patroli semacam itu dilakukan dua kali dalam setahun.

Selama misi November 2022, yang kelima secara keseluruhan, tonggak sejarah lain tercapai ketika pesawat pembom Rusia dan China melakukan kunjungan timbal balik ke lapangan terbang masing-masing, menandakan tingkat kerja sama dan saling percaya yang tinggi, seperti yang dilaporkan oleh Global Times milik pemerintah China.

Pada tahun 2023, untuk tahun kedua berturut-turut, Rusia dan China melakukan dua patroli udara, termasuk satu patroli keenam secara keseluruhan yang untuk pertama kalinya berlangsung selama dua hari, 6 dan 7 Juni.

Patroli kedelapan pada 25 Juli 2024 menandai pertama kalinya pesawat pembom Rusia dan Tiongkok terbang di luar Asia Timur selama misi gabungan, beroperasi di atas Laut Chukchi dan Laut Bering dekat Alaska, di mana mereka dicegat oleh jet tempur AS dan Kanada.

Komando Pertahanan Udara Amerika Utara mengatakan pada saat itu bahwa pesawat Rusia dan China tetap berada di luar wilayah udara kedaulatan AS dan Kanada, tetapi telah memasuki zona identifikasi pertahanan udara Alaska. Ditambahkan bahwa mereka tidak menganggap aktivitas tersebut sebagai ancaman.

Seorang blogger militer pro-Kremlin menerbitkan peta yang tampaknya menunjukkan semua pesawat pembom yang berpartisipasi lepas landas dari lapangan terbang Rusia di wilayah paling timur laut negara itu.

Misi kesembilan, yang berlangsung pada 29-30 November 2024, menandai debut pesawat pembom H-6N China dalam patroli gabungan. Pesawat tersebut, versi bersenjata nuklir dari keluarga pesawat H-6, dirancang untuk membawa rudal balistik nuklir JL-1 yang diluncurkan dari udara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved