AS Rampas Kapal Tanker Minyak Kedua di Lepas Pantai Venezuela, Situasi Makin Panas
Minggu, 21 Desember 2025 - 05:24 WIB
loading...
A
A
A
"Amerika Serikat akan terus mengejar pergerakan ilegal minyak yang dikenai sanksi yang digunakan untuk mendanai teroris narkoba di wilayah tersebut. Kami akan menemukan Anda, dan kami akan menghentikan Anda," lanjut dia.
"Terima kasih kepada para pria dan wanita pemberani kami dari @USCG dan @DeptofWar," imbuh dia mengacu pada Penjaga Pantai AS dan Departemen Perang.
Langkah ini dilakukan di tengah peningkatan kekuatan militer AS di dekat Venezuela dan menyusul perintah Trump awal pekan ini untuk memblokir semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk atau keluar negara tersebut.
Namun, tidak seperti kapal tanker yang disita awal bulan ini, kapal yang dicegat akhir pekan ini tidak berada di bawah sanksi AS dan membawa minyak mentah Venezuela yang menuju Asia, menurut laporan CNN, Minggu (21/12/2025).
Penyitaan tersebut terjadi di perairan internasional dan menandai pencegatan kapal tanker minyak kedua dalam beberapa pekan terakhir. Sejak pencegatan pertama, beberapa kapal dilaporkan tetap berada di perairan Venezuela daripada mengambil risiko disita AS, yang secara tajam mengurangi ekspor minyak mentah Venezuela.
"Terima kasih kepada para pria dan wanita pemberani kami dari @USCG dan @DeptofWar," imbuh dia mengacu pada Penjaga Pantai AS dan Departemen Perang.
Langkah ini dilakukan di tengah peningkatan kekuatan militer AS di dekat Venezuela dan menyusul perintah Trump awal pekan ini untuk memblokir semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk atau keluar negara tersebut.
Namun, tidak seperti kapal tanker yang disita awal bulan ini, kapal yang dicegat akhir pekan ini tidak berada di bawah sanksi AS dan membawa minyak mentah Venezuela yang menuju Asia, menurut laporan CNN, Minggu (21/12/2025).
Penyitaan tersebut terjadi di perairan internasional dan menandai pencegatan kapal tanker minyak kedua dalam beberapa pekan terakhir. Sejak pencegatan pertama, beberapa kapal dilaporkan tetap berada di perairan Venezuela daripada mengambil risiko disita AS, yang secara tajam mengurangi ekspor minyak mentah Venezuela.
Lihat Juga :