Iran Terus Produksi Rudal yang Berhasil Tembus Pertahanan Israel

Sabtu, 20 Desember 2025 - 13:53 WIB
loading...
Iran Terus Produksi...
Iran memamerkan rudal, roket pembawa satelit, dan sistem pertahanan udaranya, termasuk rudal dan drone yang digunakan dalam serangan Israel, di Pusat Pameran Permanen Taman Penerbangan dan Antariksa Angkatan Darat Garda Revolusi di ibu kota Teheran, Iran
A A A
TEHERAN - Iran mengatakan tidak menghentikan produksi rudal setelah perang terakhir. Teheran mengklaim rudal-rudalnya berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan mengenai target yang dituju.

Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, mengatakan pada hari Kamis (18/12/2025) bahwa rudal-rudal Iran telah menghancurkan apa yang ia sebut sebagai target-target vital di dalam Israel.

Menurut Kantor Berita Mehr, Shekarchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya di Universitas Teknologi Sharif di Teheran.

Ia mengatakan, “Rudal-rudal Iran, yang diproduksi oleh elit kami, menembus semua sistem pertahanan udara pendudukan yang mahal dan menghancurkan target-target vital di Israel.”

Shekarchi mengatakan pertahanan komprehensif terhadap Israel melampaui aksi militer dan mencakup dimensi keamanan, politik, ekonomi, dan sosial.

Ia berpendapat mengikuti pendekatan ini pasti akan mengarah pada kemenangan. Dia menambahkan Iran telah berhasil menempuh jalan ini selama lebih dari empat dekade.

Ia mengatakan, “Pendudukan Israel terus-menerus dan secara abadi memusuhi rakyat Iran, kaum muda kita, dan negara kita.”

Dia menggambarkan penentangan terhadap kemerdekaan Iran sebagai pendorong utama permusuhan tersebut.

Ia menambahkan, “Musuh-musuh rakyat merdeka di dunia tidak dapat mentolerir kemerdekaan Iran, dan mereka tidak menginginkan Iran yang merdeka.”

Shekarchi juga mengatakan industri kedirgantaraan Iran telah berhasil mengembangkan dan meluncurkan rudal Fatah.

Dia mengklaim rudal tersebut mampu menembus beberapa sistem pertahanan udara tercanggih di dunia dan menyerang target yang ditentukan di Israel dengan presisi tinggi.

Ia menambahkan Israel semakin mengalihkan permusuhannya ke arah apa yang ia sebut sebagai “arena lunak dan berbasis pengetahuan”, dengan alasan Iran memiliki keahlian, pengalaman, dan kemampuan untuk mengelola perang lunak dan berbasis pengetahuan, dan untuk mengubah ancaman di bidang ini menjadi peluang.

Pada 13 Juni 2015, Israel melakukan serangan udara mendadak dalam operasi yang disebutnya “Rising Lion”, menargetkan situs militer dan fasilitas nuklir Iran, termasuk fasilitas pengayaan uranium Natanz.

Baca juga: PM Australia Umumkan Rencana Beli Senjata dari Masyarakat setelah Serangan Bondi
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved