Mogok Makan Hingga Gagal Organ, 8 Aktivis Palestine Action Terancam Tewas di Penjara Inggris

Jum'at, 19 Desember 2025 - 20:30 WIB
loading...
Mogok Makan Hingga Gagal...
8 aktivis terancam tewas karena gagal organ saat mogok makan di penjara Inggris. Foto/Prisoners for Palestine/AJE
A A A
LONDON - Koalisi yang terdiri dari lebih dari 800 profesional medis Inggris mengeluarkan peringatan mendesak kepada Menteri Kehakiman David Lammy, yang menyatakan delapan tahanan pra-sidang yang berafiliasi dengan kelompok Palestine Action (Aksi Palestina) berada pada tahap “kritis dan mematikan” dari aksi mogok makan yang masih berlangsung.

Para ahli medis, termasuk dokter gawat darurat dan dosen universitas, menegaskan para aktivis tersebut “sedang sekarat” di penjara setelah hampir tujuh pekan tanpa makanan.

Para pengunjuk rasa, berusia 20 hingga 31 tahun, saat ini ditahan di lima penjara berbeda di Inggris sambil menunggu persidangan atas tuduhan tindakan yang menargetkan perusahaan pertahanan dan infrastruktur militer yang terkait dengan Israel.

Tidak satu pun dari delapan individu tersebut yang telah divonis bersalah atas kejahatan. Dr. James Smith, dokter gawat darurat yang telah berhubungan dengan keluarga para pengunjuk rasa, mengatakan dalam konferensi pers di London bahwa para pengunjuk rasa telah mencapai “titik tanpa kembali” di mana tubuh mulai mengonsumsi jaringan organnya sendiri untuk mempertahankan fungsi vital.

Delapan tahanan Aksi Palestina yang melakukan mogok makan telah diperingatkan oleh dokter bahwa mereka berisiko mengalami kerusakan fisik permanen dan kematian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved