Uni Eropa Utangi Ukraina Rp1.763 Triliun, Batal Gunakan Aset Rusia yang Dibekukan

Jum'at, 19 Desember 2025 - 13:20 WIB
loading...
A A A
“Seluruh urusan ini sangat berisiko, sangat berbahaya, dan menimbulkan banyak pertanyaan—seperti kapal yang tenggelam, seperti Titanic. Nasib telah ditentukan—dan semua orang lega," paparnya.

Kanselir Jerman Friedrich Merz telah mendorong keras rencana penggunaan aset Rusia tersebut, tetapi tetap mengatakan keputusan akhir tentang pinjaman itu mengirimkan sinyal yang jelas kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Ukraina hanya perlu membayar kembali pinjaman tersebut setelah Moskow membayar ganti rugi atas kerusakan yang telah ditimbulkannya.

Penggunaan utang bersama membutuhkan keputusan bulat dari 27 negara Uni Eropa, dan negara-negara skeptis seperti Hongaria, Slovakia, dan Republik Ceko diberikan pengecualian dari komitmen tersebut untuk menghindari blokade.

"Ini Bermoral"


Uni Eropa memperkirakan Ukraina membutuhkan tambahan 135 miliar euro untuk tetap bertahan selama dua tahun ke depan, dengan krisis keuangan yang diperkirakan akan dimulai pada bulan April.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada para pemimpin Uni Eropa di awal KTT pada hari Kamis bahwa menggunakan aset Rusia yang dibekukan adalah cara yang tepat.

“Aset Rusia harus digunakan untuk membela diri dari agresi Rusia dan membangun kembali apa yang telah dihancurkan oleh serangan Rusia. Ini bermoral. Ini adil. Ini legal,” kata Zelensky.

Meskipun Kyiv mungkin kecewa karena Uni Eropa tidak mengambil langkah untuk menggunakan aset Rusia -- mengamankan pembiayaan dengan cara lain tetap akan melegakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Berita Terkini
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved