Taiwan Ingin Jadi Pusat Perawatan F-16 Buatan AS, Tusukan Menyakitkan bagi China

Rabu, 16 September 2020 - 00:06 WIB
loading...
A A A
"Kami berharap tidak hanya membeli senjata dari Amerika," kata Lo. “Kami juga berharap bisa memperluas kerja sama dengan negara lain, jadi semoga ada semacam spillover effect.”

Di seluruh Asia, Singapura menggunakan 62 unit pesawat F-16, Korea Selatan memiliki 180 unit dan Jepang mengoperasikan 76 unit pesawat buatan perusahaan Amerika dan Jepang berbasis teknologi F-16. Thailand memiliki 54 unit dan Indonesia memiliki 33 unit. Taiwan sendiri akan mengoperasikan 142 unit dengan 66 lainnya akan dikirim pada tahun 2026. Angkatan udara asing biasanya mengerjakan kesepakatan pemeliharaan langsung dengan kontraktor.

"Taiwan sangat dekat dengan semua negara lain yang terkait, jadi sangat mungkin untuk menerima perintah dari luar negeri," kata Shane Lee, pensiunan profesor ilmu politik dari Christian University di Taiwan, Chang Jung.

Negara-negara Asia dengan armada F-16 mengakui China secara diplomatis atas Taiwan, yang berarti Beijing melarang mereka menjalin hubungan politik atau pun pertahanan tingkat tinggi. Para analis mengatakan Angkatan Udara mereka tidak ingin China melihat mereka menerbangkan F-16 ke Taiwan untuk diservis. China terkadang memotong dukungan ekonomi ke negara-negara yang menyinggung itu. (Baca juga: Partai Komunis China Nyatakan Siap Perang dengan Negara ASEAN dan AS )

“Tujuan jangka panjang untuk mewujudkan (pusat pemeliharaan) sebagai pusat pemeliharaan F-16 regional, saya pikir yang ini masih terlalu jauh untuk saat ini, karena masalah politik,” kata Collin Koh, seorang peneliti keamanan maritim di Nanyang Technological University di Singapura.

Menurut Koh, prioritas utama untuk pusat layanan itu akan tertuju pada jet Taiwan sendiri, karena Angkatan Udara pulau itu terus sibuk memantau pesawat China yang terbang ke zona pertahanan udaranya. Kementerian pertahanan Taiwan melaporkan lonjakan tahun ini hingga saat ini di flyby Angkatan Udara China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Mantan Kepala Staf IDF...
Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel
Rekomendasi
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Kapolri Anugerahi Medali...
Kapolri Anugerahi Medali Kehormatan ke Prabowo, Bukti Kuatnya Sinergi Pemerintah-Polri
Berita Terkini
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved