Diancam Akan Ditenggelamkan AS dan Jepang, Kapal Induk Tercanggih China Dekati Taiwan

Kamis, 18 Desember 2025 - 09:53 WIB
loading...
Diancam Akan Ditenggelamkan...
Kapal induk Fujian milik China mendekati Taiwan setelah kapal itu diancam akan ditenggelamkan AS dan Jepang jika perang pecah di Taiwan. Foto/Bloomberg
A A A
TAIPEI - Kapal induk terbaru dan tercanggih China, CNS Fujian, telah melintasi Selat Taiwan, yang memaksa pasukan Taipei sibuk memantaunya. Langkah Beijing ini dilakukan beberapa hari setelah Kementerian Pertahanan China mengejek ancaman Amerika Serikat (AS) dan Jepang yang akan menenggelamkan kapal induk tersebut jika terjadi keadaan darurat di Taiwan.

Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan pada Rabu (17/12/2025) mengumumkan bahwa kapal induk CNS Fujian berlayar melintasi Selat Taiwan pada 16 Desember—lintasan pertama setelah kapal itu secara resmi mulai beroperasi pada November 2025.

Taiwan secara teratur melaporkan semua aktivitas militer China, yang dianggapnya sebagai taktik zona abu-abu Beijing terhadap negara kepulauan yang memerintah sendiri tersebut.

Baca Juga: AS-Jepang Ancam Tenggelamkan Kapal Induk China, Beijing: Itu Fantasi!

Kementerian itu menerbitkan gambar hitam-putih buram kapal induk tersebut tanpa pesawat di deknya, dan menambahkan bahwa mereka telah memantau pergerakan kapal induk tersebut. Yang perlu diperhatikan, Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo mengatakan kepada anggota Parlemen bahwa kapal tersebut kemungkinan besar sedang menuju Pulau Changxing di Shanghai, yang merupakan lokasi galangan kapal Angkatan Laut utama Tiongkok, dan bahwa kementerian belum melihatnya terlibat dalam operasi militer apa pun.

China belum secara resmi mengakui pelayaran tersebut pada saat Taiwan melaporkan pergerakan kapal tersebut.

Namun, hal itu mungkin bukan masalah besar karena Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsi China yang memberontak dan mengeklaim Selat Taiwan sebagai wilayah kedaulatan China. Bahkan, Beijing telah berjanji untuk menyatukan negara kepulauan yang memerintah sendiri dengan sekitar 24 juta penduduk tersebut dengan daratan China, dengan kekerasan jika perlu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved