Kemitraan Pertahanan Baru Mesir-Turki Bisa Geser Keseimbangan Kekuatan Regional
Selasa, 16 Desember 2025 - 18:30 WIB
loading...
Para pengunjung menjelajahi stan-stan selama Pameran Pertahanan Mesir EDEX 2025 ke-4 di Kairo, Mesir pada 2 Desember 2025. Foto/Mohamed Elshahed/Anadolu Agency
A
A
A
KAIRO - Perusahaan pertahanan Turki, Aselsan, mengumumkan pembukaan kantor perwakilan regional di Mesir dengan nama Aselsan Egypt untuk memperkuat kerja sama dengan Mesir dan mitra lokal. Pengumuman tersebut disampaikan CEO Aselsan, Ahmet Akyol, setelah perusahaan tersebut berpartisipasi dalam Egypt Defence Expo (EDEX) 2025 di Kairo.
Sekitar 80 perusahaan Turki ikut serta dalam acara tersebut. Akyol menggambarkan langkah ini sebagai "babak baru" dalam melayani mitra Mesir secara langsung melalui kehadiran fisik permanen di negara tersebut.
Kantor baru ini bertujuan mendukung penyediaan layanan dan bantuan teknis kepada angkatan bersenjata Mesir dan klien lokal.
Kantor ini juga akan fokus pada pengembangan dan produksi sistem pertahanan bersama, menggabungkan keahlian Aselsan dalam elektronik militer dengan kemampuan manufaktur canggih Mesir.
Akyol menegaskan kerja sama tersebut mencakup perjanjian awal dengan tiga perusahaan Mesir. Perjanjian ini dimaksudkan untuk berkembang menjadi produksi bersama dan kegiatan kerja sama jangka panjang.
Pengumuman resmi produk pertahanan yang dikembangkan bersama diharapkan akan dilakukan pada edisi EDEX berikutnya di tahun 2027.
Langkah ini mencerminkan momentum yang semakin meningkat dalam hubungan Mesir-Turki, khususnya di sektor pertahanan.
Partisipasi luas perusahaan-perusahaan Turki dalam pameran saat ini menyoroti kedalaman kemitraan strategis antara kedua negara, bersamaan dengan upaya melokalisasi teknologi pertahanan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian regional.
Kerja sama militer antara Mesir dan Turki telah berkembang secara signifikan sejak tahun 2023, menyusul pemulihan penuh hubungan diplomatik dan pertukaran kunjungan presiden, yang telah berdampak jelas pada kerja sama industri pertahanan.
Baca juga: ICC Tolak Upaya Israel Blokir Penyelidikan Kejahatan Perang di Gaza
Sekitar 80 perusahaan Turki ikut serta dalam acara tersebut. Akyol menggambarkan langkah ini sebagai "babak baru" dalam melayani mitra Mesir secara langsung melalui kehadiran fisik permanen di negara tersebut.
Kantor baru ini bertujuan mendukung penyediaan layanan dan bantuan teknis kepada angkatan bersenjata Mesir dan klien lokal.
Kantor ini juga akan fokus pada pengembangan dan produksi sistem pertahanan bersama, menggabungkan keahlian Aselsan dalam elektronik militer dengan kemampuan manufaktur canggih Mesir.
Akyol menegaskan kerja sama tersebut mencakup perjanjian awal dengan tiga perusahaan Mesir. Perjanjian ini dimaksudkan untuk berkembang menjadi produksi bersama dan kegiatan kerja sama jangka panjang.
Pengumuman resmi produk pertahanan yang dikembangkan bersama diharapkan akan dilakukan pada edisi EDEX berikutnya di tahun 2027.
Langkah ini mencerminkan momentum yang semakin meningkat dalam hubungan Mesir-Turki, khususnya di sektor pertahanan.
Partisipasi luas perusahaan-perusahaan Turki dalam pameran saat ini menyoroti kedalaman kemitraan strategis antara kedua negara, bersamaan dengan upaya melokalisasi teknologi pertahanan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian regional.
Kerja sama militer antara Mesir dan Turki telah berkembang secara signifikan sejak tahun 2023, menyusul pemulihan penuh hubungan diplomatik dan pertukaran kunjungan presiden, yang telah berdampak jelas pada kerja sama industri pertahanan.
Baca juga: ICC Tolak Upaya Israel Blokir Penyelidikan Kejahatan Perang di Gaza
(sya)
Lihat Juga :