Imbas Serangan Teroris Pantai Bondi, Kuburan Muslim Sydney Dinodai dengan Kepala Babi

Senin, 15 Desember 2025 - 15:10 WIB
loading...
Imbas Serangan Teroris...
Potongan-potongan kepala babi menodai kuburan kaum Muslim di Sydney setelah penembakan massal yang menargetkan komunitas Yahudi guncang Pantai Bondi, Australia. Foto/news.com.au
A A A
SYDNEY - Sebuah kuburan Muslim di Sydney Barat Daya telah dinodai dengan potongan kepala babi setelah penembakan massal mengguncang Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu petang. Sebanyak 16 orang tewas, termasuk salah satu pelaku penembakan, dalam tragedi tersebut.

Naveed Akram (24) dan Sajid Akram (50) adalah dua pelaku penembakan massal terhadap acara Hanukkah Yahudi tersebut. Keduanya merupakan anak dan ayah asal Pakistan. Sajid Akram tewas ditembak polisi, sedangkan Naveed Akram ditahan polisi dalam kondisi terluka di rumah sakit.

Mengutip laporan news.com.au, setelah tragedi penembakan yang dinyatakan pemerintah sebagai serangan teroris itu, kuburan kaum Muslim di pinggiran kota Narellan, Sydney Barat Daya, dinodai dengan kepala babi yang dipotong-potong. Bagian tubuh hewan tersebut juga berserakan di pemakaman.

Baca Juga: Pelaku Penembakan Massal Pantai Bondi Adalah Ayah dan Anak asal Pakistan

Dalam sebuah pernyataan, polisi setempat mengatakan sekitar pukul 06.00 pagi pada hari Senin (15/12/2025), mereka menerima laporan tentang potongan kepala dan tubuh babi yang ditinggalkan di pintu masuk pemakaman di Richardson Road, Narellan.

“Petugas datang dan menemukan beberapa kepala babi di tempat kejadian. Polisi segera memulai penyelidikan atas insiden tersebut,” bunyi pernyataan polisi.

“Kepala babi tersebut telah disingkirkan dan dibuang dengan cara yang sesuai," lanjut polisi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Gedung Putih Lockdown...
Gedung Putih Lockdown akibat Penembakan, 2 Orang Ditembak, Trump Selamat
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Momen Horor Mahasiswi...
Momen Horor Mahasiswi Tewas Main Rope Jump, Tali Belum Terpasang Terjun 40 Meter
Rekomendasi
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
Menghina Rakyatnya dengan...
Menghina Rakyatnya dengan Sebutan Babi, Presiden Polandia Digugat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved