Sangkal Gencatan Senjata, 4 Tentara Thailand Tewas dalam Perang Sengit Melawan Kamboja
Minggu, 14 Desember 2025 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Amerika Serikat, China, dan Malaysia—sebagai ketua ASEAN—menengahi gencatan senjata pada Juli setelah gelombang kekerasan awal selama lima hari.
Pada bulan Oktober, Trump mendukung deklarasi bersama lanjutan antara Thailand dan Kamboja, menggembar-gemborkan kesepakatan perdagangan baru setelah mereka setuju untuk memperpanjang gencatan senjata mereka.
Namun Thailand menangguhkan perjanjian tersebut pada bulan berikutnya setelah tentara Thailand terluka akibat ranjau darat di perbatasan.
Di Thailand, pengungsi Kanyapat Saopria mengatakan dia tidak “percaya lagi pada Kamboja.”
“Upaya perdamaian terakhir tidak berhasil. Saya tidak tahu apakah yang ini juga akan berhasil,” kata wanita berusia 39 tahun itu kepada AFP, Minggu (14/12/2025).
Di seberang perbatasan, seorang pengungsi Kamboja mengatakan dia sedih karena pertempuran belum berhenti meskipun ada intervensi Trump.
“Saya tidak senang dengan tindakan brutal ini,” kata pengungsi bernama Vy Rina (43) tersebut.
Bangkok dan Phnom Penh saling tuding melakukan serangan terhadap warga sipil, dengan tentara Thailand melaporkan enam orang terluka pada hari Sabtu akibat roket Kamboja.
Pada bulan Oktober, Trump mendukung deklarasi bersama lanjutan antara Thailand dan Kamboja, menggembar-gemborkan kesepakatan perdagangan baru setelah mereka setuju untuk memperpanjang gencatan senjata mereka.
Namun Thailand menangguhkan perjanjian tersebut pada bulan berikutnya setelah tentara Thailand terluka akibat ranjau darat di perbatasan.
Di Thailand, pengungsi Kanyapat Saopria mengatakan dia tidak “percaya lagi pada Kamboja.”
“Upaya perdamaian terakhir tidak berhasil. Saya tidak tahu apakah yang ini juga akan berhasil,” kata wanita berusia 39 tahun itu kepada AFP, Minggu (14/12/2025).
Di seberang perbatasan, seorang pengungsi Kamboja mengatakan dia sedih karena pertempuran belum berhenti meskipun ada intervensi Trump.
“Saya tidak senang dengan tindakan brutal ini,” kata pengungsi bernama Vy Rina (43) tersebut.
Saling Tuding Serang Warga Sipil
Bangkok dan Phnom Penh saling tuding melakukan serangan terhadap warga sipil, dengan tentara Thailand melaporkan enam orang terluka pada hari Sabtu akibat roket Kamboja.
Lihat Juga :