Benarkah Jet Siluman F-35 Jadi Pengubah Permainan bagi Militer Arab Saudi di Timur Tengah?

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:07 WIB
loading...
Benarkah Jet Siluman...
Jet tempur siluman F-36 jadi pengubah permainan bagi militer Arab Saudi di Timur Tengah. Foto/X
A A A
RIYADH - Sebelum kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ke Washington DC dimulai, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencananya agar AS menjual pesawat tempur F-35 ke Kerajaan tersebut.

“Mereka ingin membelinya, mereka telah menjadi sekutu yang hebat,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, dilansir Al Arabiya. Kemudian ia menambahkan: “Ya, saya akan mengatakan bahwa kita akan melakukan itu. Kita akan menjual F-35.”

Benarkah Jet Siluman F-35 Jadi Pengubah Permainan bagi Militer Arab Saudi di Timur Tengah?

1. Arab Saudi sebagai Sekutu AS

Pada hari Selasa, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan dukungannya terhadap penjualan tersebut selama wawancara dengan Fox News, memuji Arab Saudi sebagai sekutu yang "berharga" di kawasan itu.

Meskipun banyak detail tentang kesepakatan tersebut belum terungkap dan penjualan tersebut masih menunggu persetujuan Kongres AS, berikut adalah apa yang kita ketahui tentang jet F-35.

Baca Juga: 4 Alasan Perang Nuklir Makin Nyata sejak Puncak Perang Dingin

2. Tak Terdeteksi Radar

Dibangun oleh perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan AS Lockheed Martin, F-35 Lightning II, yang lebih dikenal sebagai F-35, adalah pesawat tempur yang diproduksi sejak tahun 2004. Pesawat ini mulai beroperasi di AS pada tahun 2015. Terdapat tiga subtipe berbeda: F-35A Lightning II, F-35B Lightning II, dan F-35C Lightning II.

Dengan kecepatan 1,6 Mach (sekitar 1.200 mph) dengan muatan senjata internal penuh, radius tempur 450 mil laut (833 km) hingga 600 mil laut (1.100 km), dan jangkauan dari 900 mil laut (1.667 km) hingga 1.200 mil laut (2.200 km) menurut produsennya, Lockheed Martin, pesawat ini termasuk yang tercepat dan terjauh jangkauannya di generasinya.

Selain kecepatan dan kemampuan persenjataan, F-35 memiliki kemampuan untuk menghindari dan mempersulit deteksi radar musuh karena bentuk dan sensor internalnya, sehingga mendapat julukan "jet siluman". Lebih lanjut, pesawat ini berfungsi sebagai pusat data udara yang mengumpulkan dan berbagi informasi medan perang berkat fusi sensor canggih yang secara otomatis menganalisis data dari sensor dan menggabungkannya menjadi informasi yang relevan bagi pilot.

Dengan biaya antara USD80 juta dan USD110 juta, pesawat ini termasuk yang paling mahal di antara pesawat tempur yang saat ini beroperasi.

3. Memecah Monopoli

Selain digunakan oleh AS, F-35 dioperasikan oleh beberapa sekutu dan mitra Amerika, termasuk Belgia, Republik Ceko, Jerman, Yunani, Finlandia, Israel, Jepang, Polandia, Rumania, Singapura, Korea Selatan, dan Swiss.

Lockheed Martin memiliki sejarah bisnis yang panjang di Timur Tengah dan telah menjual peralatan pertahanan kepada sekutu dan mitra di seluruh wilayah tersebut, termasuk Arab Saudi.

Untuk saat ini, Israel memiliki akses eksklusif ke F-35 di Timur Tengah. Oleh karena itu, pengiriman pesawat tempur F-35 ke Arab Saudi akan membuka era baru penjualan senjata AS ke negara tersebut dan semakin memperkuat angkatan bersenjata Kerajaan yang sudah dilengkapi dengan baik dan efisien.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Walk Out saat Negosiasi...
Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Iran: Kami Tak Berunding di Bawah Tekanan!
Rekomendasi
Brasil Lolos ke Fase...
Brasil Lolos ke Fase Gugur usai Hajar Skotlandia: Vinicius Bersinar, Neymar Comeback
Demam Piala Dunia, Patung...
Demam Piala Dunia, Patung Ikonik Yesus Sang Penebus di Brasil Diselimuti Jersey Samba
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Berita Terkini
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved