Benarkah Jet Siluman F-35 Jadi Pengubah Permainan bagi Militer Arab Saudi di Timur Tengah?
Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:07 WIB
loading...
Jet tempur siluman F-36 jadi pengubah permainan bagi militer Arab Saudi di Timur Tengah. Foto/X
A
A
A
RIYADH - Sebelum kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ke Washington DC dimulai, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencananya agar AS menjual pesawat tempur F-35 ke Kerajaan tersebut.
“Mereka ingin membelinya, mereka telah menjadi sekutu yang hebat,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, dilansir Al Arabiya. Kemudian ia menambahkan: “Ya, saya akan mengatakan bahwa kita akan melakukan itu. Kita akan menjual F-35.”
Meskipun banyak detail tentang kesepakatan tersebut belum terungkap dan penjualan tersebut masih menunggu persetujuan Kongres AS, berikut adalah apa yang kita ketahui tentang jet F-35.
Baca Juga: 4 Alasan Perang Nuklir Makin Nyata sejak Puncak Perang Dingin
Dengan kecepatan 1,6 Mach (sekitar 1.200 mph) dengan muatan senjata internal penuh, radius tempur 450 mil laut (833 km) hingga 600 mil laut (1.100 km), dan jangkauan dari 900 mil laut (1.667 km) hingga 1.200 mil laut (2.200 km) menurut produsennya, Lockheed Martin, pesawat ini termasuk yang tercepat dan terjauh jangkauannya di generasinya.
Selain kecepatan dan kemampuan persenjataan, F-35 memiliki kemampuan untuk menghindari dan mempersulit deteksi radar musuh karena bentuk dan sensor internalnya, sehingga mendapat julukan "jet siluman". Lebih lanjut, pesawat ini berfungsi sebagai pusat data udara yang mengumpulkan dan berbagi informasi medan perang berkat fusi sensor canggih yang secara otomatis menganalisis data dari sensor dan menggabungkannya menjadi informasi yang relevan bagi pilot.
Dengan biaya antara USD80 juta dan USD110 juta, pesawat ini termasuk yang paling mahal di antara pesawat tempur yang saat ini beroperasi.
Lockheed Martin memiliki sejarah bisnis yang panjang di Timur Tengah dan telah menjual peralatan pertahanan kepada sekutu dan mitra di seluruh wilayah tersebut, termasuk Arab Saudi.
Untuk saat ini, Israel memiliki akses eksklusif ke F-35 di Timur Tengah. Oleh karena itu, pengiriman pesawat tempur F-35 ke Arab Saudi akan membuka era baru penjualan senjata AS ke negara tersebut dan semakin memperkuat angkatan bersenjata Kerajaan yang sudah dilengkapi dengan baik dan efisien.
“Mereka ingin membelinya, mereka telah menjadi sekutu yang hebat,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, dilansir Al Arabiya. Kemudian ia menambahkan: “Ya, saya akan mengatakan bahwa kita akan melakukan itu. Kita akan menjual F-35.”
Benarkah Jet Siluman F-35 Jadi Pengubah Permainan bagi Militer Arab Saudi di Timur Tengah?
1. Arab Saudi sebagai Sekutu AS
Pada hari Selasa, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan dukungannya terhadap penjualan tersebut selama wawancara dengan Fox News, memuji Arab Saudi sebagai sekutu yang "berharga" di kawasan itu.Meskipun banyak detail tentang kesepakatan tersebut belum terungkap dan penjualan tersebut masih menunggu persetujuan Kongres AS, berikut adalah apa yang kita ketahui tentang jet F-35.
Baca Juga: 4 Alasan Perang Nuklir Makin Nyata sejak Puncak Perang Dingin
2. Tak Terdeteksi Radar
Dibangun oleh perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan AS Lockheed Martin, F-35 Lightning II, yang lebih dikenal sebagai F-35, adalah pesawat tempur yang diproduksi sejak tahun 2004. Pesawat ini mulai beroperasi di AS pada tahun 2015. Terdapat tiga subtipe berbeda: F-35A Lightning II, F-35B Lightning II, dan F-35C Lightning II.Dengan kecepatan 1,6 Mach (sekitar 1.200 mph) dengan muatan senjata internal penuh, radius tempur 450 mil laut (833 km) hingga 600 mil laut (1.100 km), dan jangkauan dari 900 mil laut (1.667 km) hingga 1.200 mil laut (2.200 km) menurut produsennya, Lockheed Martin, pesawat ini termasuk yang tercepat dan terjauh jangkauannya di generasinya.
Selain kecepatan dan kemampuan persenjataan, F-35 memiliki kemampuan untuk menghindari dan mempersulit deteksi radar musuh karena bentuk dan sensor internalnya, sehingga mendapat julukan "jet siluman". Lebih lanjut, pesawat ini berfungsi sebagai pusat data udara yang mengumpulkan dan berbagi informasi medan perang berkat fusi sensor canggih yang secara otomatis menganalisis data dari sensor dan menggabungkannya menjadi informasi yang relevan bagi pilot.
Dengan biaya antara USD80 juta dan USD110 juta, pesawat ini termasuk yang paling mahal di antara pesawat tempur yang saat ini beroperasi.
3. Memecah Monopoli
Selain digunakan oleh AS, F-35 dioperasikan oleh beberapa sekutu dan mitra Amerika, termasuk Belgia, Republik Ceko, Jerman, Yunani, Finlandia, Israel, Jepang, Polandia, Rumania, Singapura, Korea Selatan, dan Swiss.Lockheed Martin memiliki sejarah bisnis yang panjang di Timur Tengah dan telah menjual peralatan pertahanan kepada sekutu dan mitra di seluruh wilayah tersebut, termasuk Arab Saudi.
Untuk saat ini, Israel memiliki akses eksklusif ke F-35 di Timur Tengah. Oleh karena itu, pengiriman pesawat tempur F-35 ke Arab Saudi akan membuka era baru penjualan senjata AS ke negara tersebut dan semakin memperkuat angkatan bersenjata Kerajaan yang sudah dilengkapi dengan baik dan efisien.
(ahm)
Lihat Juga :