Bomber Nuklir AS dan Jet Tempur Siluman F-35 Jepang Unjuk Kekuatan, Tandingi Manuver Rusia-China
Jum'at, 12 Desember 2025 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
"Jepang adalah sekutu besar Amerika Serikat sebagaimana dibuktikan oleh hubungan pribadi mereka dan hubungan perdagangan kita yang berkelanjutan dengan Jepang," katanya dalam konferensi pers.
"Sehubungan dengan China, presiden juga memiliki hubungan kerja yang baik dengan Presiden Xi [Jinping], yang menurutnya merupakan hal yang baik bagi negara kita," imbuh dia.
Penerbangan pesawat pengebom AS ini menyusul penerbangan gabungan pesawat pengebom strategis China dan Rusia di Laut China Timur dan Pasifik barat pada hari Selasa dan latihan kapal induk China secara terpisah yang mendorong Jepang untuk mengerahkan jet tempur—yang menurut Tokyo menjadi sasaran kuncian radar jet tempur Beijing.
Insiden terakhir itu memicu kritik Departemen Luar Negeri AS terhadap Beijing, meskipun Trump, yang berencana mengunjungi ibu kota China tahun depan untuk pembicaraan perdagangan, mengatakan kepada Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bulan lalu bahwa dia tidak ingin melihat peningkatan lebih lanjut dari perselisihan mengenai Taiwan, menurut dua sumber pemerintah Jepang.
Ketegangan meningkat bulan lalu ketika Takaichi mengatakan di Parlemen bahwa serangan China terhadap Taiwan—yang memerintah sendiri secara demokratis tapi diklaim Beijing—dapat memicu respons militer dari Tokyo. Taiwan terletak hanya lebih dari 100 km (62 mil) dari wilayah Jepang dan dikelilingi oleh jalur laut yang menjadi andalan Tokyo.
Beijing membantah tuduhan Tokyo tentang konfrontasi pesawat tempur mereka, dengan mengatakan bahwa jet Jepang telah membahayakan operasi udaranya di selatan Jepang.
Pada hari Selasa, Departemen Luar Negeri AS mengatakan tindakan China tidak kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional dan menegaskan kembali aliansi AS dengan Jepang sebagai "tak tergoyahkan."
"Sehubungan dengan China, presiden juga memiliki hubungan kerja yang baik dengan Presiden Xi [Jinping], yang menurutnya merupakan hal yang baik bagi negara kita," imbuh dia.
Penerbangan pesawat pengebom AS ini menyusul penerbangan gabungan pesawat pengebom strategis China dan Rusia di Laut China Timur dan Pasifik barat pada hari Selasa dan latihan kapal induk China secara terpisah yang mendorong Jepang untuk mengerahkan jet tempur—yang menurut Tokyo menjadi sasaran kuncian radar jet tempur Beijing.
Insiden terakhir itu memicu kritik Departemen Luar Negeri AS terhadap Beijing, meskipun Trump, yang berencana mengunjungi ibu kota China tahun depan untuk pembicaraan perdagangan, mengatakan kepada Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bulan lalu bahwa dia tidak ingin melihat peningkatan lebih lanjut dari perselisihan mengenai Taiwan, menurut dua sumber pemerintah Jepang.
Ketegangan meningkat bulan lalu ketika Takaichi mengatakan di Parlemen bahwa serangan China terhadap Taiwan—yang memerintah sendiri secara demokratis tapi diklaim Beijing—dapat memicu respons militer dari Tokyo. Taiwan terletak hanya lebih dari 100 km (62 mil) dari wilayah Jepang dan dikelilingi oleh jalur laut yang menjadi andalan Tokyo.
Beijing membantah tuduhan Tokyo tentang konfrontasi pesawat tempur mereka, dengan mengatakan bahwa jet Jepang telah membahayakan operasi udaranya di selatan Jepang.
Pada hari Selasa, Departemen Luar Negeri AS mengatakan tindakan China tidak kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional dan menegaskan kembali aliansi AS dengan Jepang sebagai "tak tergoyahkan."
Lihat Juga :