Trump Desak Zelensky Gelar Pemilu Ukraina
Rabu, 10 Desember 2025 - 06:30 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump bertengkar dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Ukraina menyelenggarakan pemilu. Trump mempertanyakan kredibilitas demokrasi negara tersebut dalam wawancara dengan Politico yang diterbitkan pada hari Selasa (9/12/2025).
Ia tampaknya mengajukan tantangan baru kepada Volodymyr Zelensky, yang masa jabatan presidennya berakhir pada Mei 2024, tetapi menolak menyelenggarakan pemilu presiden, dengan alasan darurat militer.
Zelensky terpilih pada tahun 2019 dan menyatakan pada bulan Desember 2023 bahwa Ukraina tidak akan menyelenggarakan pemilu presiden maupun parlemen selama darurat militer masih berlaku.
Darurat militer diberlakukan setelah eskalasi konflik dengan Rusia pada bulan Februari 2022 dan sejak itu telah berulang kali diperpanjang oleh parlemen.
Trump mengatakan kepada Politico bahwa Kiev seharusnya tidak lagi menggunakan konflik yang sedang berlangsung sebagai alasan untuk menunda pemungutan suara.
"Mereka sudah lama tidak mengadakan pemilu," ujar Trump. "Anda tahu, mereka berbicara tentang demokrasi, tetapi tiba-tiba sudah tidak lagi menjadi demokrasi."
Ketika ditanya langsung apakah warga Ukraina harus pergi ke tempat pemungutan suara, Trump mengatakan "sudah waktunya" dan berpendapat ini adalah "waktu yang penting untuk mengadakan pemilu."
Trump menambahkan bahwa meskipun "mereka menggunakan perang untuk tidak mengadakan pemilu," rakyat Ukraina "seharusnya memiliki pilihan itu."
Baca juga: Putin dan Prabowo akan Berunding di Moskow pada Rabu
Ia tampaknya mengajukan tantangan baru kepada Volodymyr Zelensky, yang masa jabatan presidennya berakhir pada Mei 2024, tetapi menolak menyelenggarakan pemilu presiden, dengan alasan darurat militer.
Zelensky terpilih pada tahun 2019 dan menyatakan pada bulan Desember 2023 bahwa Ukraina tidak akan menyelenggarakan pemilu presiden maupun parlemen selama darurat militer masih berlaku.
Darurat militer diberlakukan setelah eskalasi konflik dengan Rusia pada bulan Februari 2022 dan sejak itu telah berulang kali diperpanjang oleh parlemen.
Trump mengatakan kepada Politico bahwa Kiev seharusnya tidak lagi menggunakan konflik yang sedang berlangsung sebagai alasan untuk menunda pemungutan suara.
"Mereka sudah lama tidak mengadakan pemilu," ujar Trump. "Anda tahu, mereka berbicara tentang demokrasi, tetapi tiba-tiba sudah tidak lagi menjadi demokrasi."
Ketika ditanya langsung apakah warga Ukraina harus pergi ke tempat pemungutan suara, Trump mengatakan "sudah waktunya" dan berpendapat ini adalah "waktu yang penting untuk mengadakan pemilu."
Trump menambahkan bahwa meskipun "mereka menggunakan perang untuk tidak mengadakan pemilu," rakyat Ukraina "seharusnya memiliki pilihan itu."
Baca juga: Putin dan Prabowo akan Berunding di Moskow pada Rabu
(sya)
Lihat Juga :