Kuwait Cabut Kewarganegaraan Ustaz Tersohor Tariq Al-Suwaidan, Ada Apa?
Selasa, 09 Desember 2025 - 09:05 WIB
loading...
Kuwait mencabut kewarganegaraan ustaz tersohor Tariq al-Suwaidan. Foto/Middle East Monitor
A
A
A
KUWAIT CITY - Kerajaan Kuwait, negara pemilik mata uang terkuat di dunia, telah mengeluarkan dekrit yang mencabut kewarganegaraan ustaz tersohor Tariq al-Suwaidan. Ustaz itu merupakan salah satu pendakwah paling berpengaruh di kawasan Teluk.
Dekrit tersebut dikeluarkan oleh Istana Seif dan ditandatangani oleh Emir Sheikh Mishal Al-Ahmad Al-Sabah.
"Berdasarkan rekomendasi wakil perdana menteri pertama dan menteri dalam negeri, dan dengan persetujuan Kabinet, dengan ini kami menetapkan hal berikut—kewarganegaraan Kuwait dicabut dari Tariq Mohammed Al-Saleh Al-Suwaidan dan dari siapa pun yang memperoleh kewarganegaraan melalui status tanggungan," bunyi dekrit istana, yang dikutip The New Arab, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga: 5 Negara Arab Terkaya di Timur Tengah, Nomor Satu Bukan Arab Saudi
Dekrit tersebut tidak menjelaskan secara rinci alasan pencabutan kewarganegaraan ustaz tersohor tersebut.
Kuwait sebelumnya telah mencabut kewarganegaraan orang-orang yang memperoleh kewarganegaraan melalui penipuan, melakukan kejahatan tertentu, atau jika negara memiliki bukti bahwa individu tersebut berupaya melemahkan rezim.
Pencabutan kewarganegaraan al-Suwaidan telah menimbulkan kekhawatiran atas kebebasan berekspresi di negara kaya minyak itu.
Pada tahun 2013, dia dipecat dari al-Resalah TV setelah secara terbuka menyatakan afiliasinya dengan Ikhwanul Muslimin.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kuwait telah mencabut kewarganegaraan banyak orang jika mereka diketahui memiliki kewarganegaraan ganda.
Al-Suwaidan, yang juga seorang penulis dan pengusaha, adalah salah satu penceramah Islam paling terkemuka di kawasan tersebut, dan memiliki pengaruh yang signifikan di bidang media dan pendidikan agama.
Dia telah menulis lusinan buku, banyak yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Prancis, dan masuk dalam daftar 500 Muslim paling berpengaruh di dunia pada tahun 2022, 2023, dan 2024.
Dia juga menjabat sebagai CEO Gulf Innovation Group dan menjadi pembawa acara televisi untuk program-program tentang sejarah Islam dan pengembangan diri.
Al-Suwaidan pindah ke AS pada usia 17 tahun dan kemudian meraih gelar doktor di bidang teknik perminyakan dari Universitas Tulsa.
Bulan lalu, Kuwait mencabut kewarganegaraan mantan anggota parlemen Mohammed Hussein Al-Muhan dan beberapa kerabatnya, menurut pengumuman yang dipublikasikan di Kuwait Al-Youm, surat kabar resmi negara tersebut.
Pihak berwenang mengutip Pasal 21 Undang-Undang Kewarganegaraan Kuwait, yang mengizinkan pencabutan kewarganegaraan jika diberikan "atas dasar penipuan, pernyataan palsu, atau dokumen yang tidak benar".
Pemerintah Kuwait telah memimpin kampanye untuk "membersihkan" daftar kewarganegaraan, yang telah menyebabkan gelombang denaturalisasi sejak awal 2024.
Dekrit tersebut dikeluarkan oleh Istana Seif dan ditandatangani oleh Emir Sheikh Mishal Al-Ahmad Al-Sabah.
"Berdasarkan rekomendasi wakil perdana menteri pertama dan menteri dalam negeri, dan dengan persetujuan Kabinet, dengan ini kami menetapkan hal berikut—kewarganegaraan Kuwait dicabut dari Tariq Mohammed Al-Saleh Al-Suwaidan dan dari siapa pun yang memperoleh kewarganegaraan melalui status tanggungan," bunyi dekrit istana, yang dikutip The New Arab, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga: 5 Negara Arab Terkaya di Timur Tengah, Nomor Satu Bukan Arab Saudi
Dekrit tersebut tidak menjelaskan secara rinci alasan pencabutan kewarganegaraan ustaz tersohor tersebut.
Kuwait sebelumnya telah mencabut kewarganegaraan orang-orang yang memperoleh kewarganegaraan melalui penipuan, melakukan kejahatan tertentu, atau jika negara memiliki bukti bahwa individu tersebut berupaya melemahkan rezim.
Pencabutan kewarganegaraan al-Suwaidan telah menimbulkan kekhawatiran atas kebebasan berekspresi di negara kaya minyak itu.
Pada tahun 2013, dia dipecat dari al-Resalah TV setelah secara terbuka menyatakan afiliasinya dengan Ikhwanul Muslimin.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kuwait telah mencabut kewarganegaraan banyak orang jika mereka diketahui memiliki kewarganegaraan ganda.
Al-Suwaidan, yang juga seorang penulis dan pengusaha, adalah salah satu penceramah Islam paling terkemuka di kawasan tersebut, dan memiliki pengaruh yang signifikan di bidang media dan pendidikan agama.
Dia telah menulis lusinan buku, banyak yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Prancis, dan masuk dalam daftar 500 Muslim paling berpengaruh di dunia pada tahun 2022, 2023, dan 2024.
Dia juga menjabat sebagai CEO Gulf Innovation Group dan menjadi pembawa acara televisi untuk program-program tentang sejarah Islam dan pengembangan diri.
Al-Suwaidan pindah ke AS pada usia 17 tahun dan kemudian meraih gelar doktor di bidang teknik perminyakan dari Universitas Tulsa.
Bulan lalu, Kuwait mencabut kewarganegaraan mantan anggota parlemen Mohammed Hussein Al-Muhan dan beberapa kerabatnya, menurut pengumuman yang dipublikasikan di Kuwait Al-Youm, surat kabar resmi negara tersebut.
Pihak berwenang mengutip Pasal 21 Undang-Undang Kewarganegaraan Kuwait, yang mengizinkan pencabutan kewarganegaraan jika diberikan "atas dasar penipuan, pernyataan palsu, atau dokumen yang tidak benar".
Pemerintah Kuwait telah memimpin kampanye untuk "membersihkan" daftar kewarganegaraan, yang telah menyebabkan gelombang denaturalisasi sejak awal 2024.
(mas)
Lihat Juga :