5 Fakta Perang Kamboja Vs Thailand, Salah Satunya Isu Perbatasan yang Belum Terselesaikan

Senin, 08 Desember 2025 - 16:35 WIB
loading...
A A A
Kamboja mengatakan bahwa pihak Thailand melepaskan tembakan terlebih dahulu dan pasukannya sendiri tidak membalas.

2. Gencatan Senjata yang Rapuh

Serangan-serangan tersebut menandai pecahnya kekerasan terbaru antara kedua negara tetangga setelah gencatan senjata yang mengakhiri bentrokan mematikan selama lima hari pada bulan Juli. Setidaknya 48 orang tewas selama permusuhan tersebut, sementara sekitar 300.000 orang mengungsi sementara.

Gencatan senjata tersebut ditengahi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang juga menyaksikan penandatanganan perjanjian perdamaian yang diperluas antara kedua negara di Kuala Lumpur pada bulan Oktober.

Namun, Thailand menangguhkan implementasi pakta gencatan senjata bulan lalu, menyusul ledakan ranjau darat yang melukai salah satu tentaranya bulan lalu.

Kamboja membantah bertanggung jawab atas ledakan ranjau darat tersebut, dengan mengatakan bahwa perangkat tersebut merupakan sisa dari konflik masa lalu.

Baca Juga: Perbandingan J-15 China dan F-15 Jepang, Mana yang Lebih Hebat?

3. Janji Perdamaian Hanya Retorika

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan pada hari Senin bahwa negaranya tidak ingin melihat kekerasan, tetapi militer siap untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan.

“Thailand tidak pernah menginginkan kekerasan. Saya ingin menegaskan kembali bahwa Thailand tidak pernah memulai pertempuran atau invasi, tetapi tidak akan pernah menoleransi pelanggaran kedaulatannya,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.

Sementara itu, Kamboja mengatakan tidak ingin kembali terlibat dalam konflik langsung.

“Berpegang teguh pada semangat menghormati semua perjanjian sebelumnya dan menyelesaikan konflik secara damai sesuai hukum internasional, Kamboja tidak membalas sama sekali selama dua serangan tersebut dan terus memantau situasi dengan waspada dan sangat hati-hati,” kata militer Kamboja.

Mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, ayah dari Perdana Menteri saat ini, Hun Manet, juga meminta pasukan garis depan Kamboja untuk bersabar, menuduh pasukan Thailand mencoba "menarik kami ke dalam pertempuran untuk menghancurkan gencatan senjata dan deklarasi perdamaian Kamboja-Thailand".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Blak-blakan, Walkot...
Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza
Rekomendasi
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved