3 Isu yang Mengguncang Popularitas Trump pada 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:30 WIB
loading...
A A A
Sebaliknya, Trump justru meningkatkan tarif. Dengan melakukan itu, ia telah memberikan momentum politik yang sangat menguntungkan bagi Partai Demokrat.

3. Kehilangan Loyalis Sayap Kanan

Bahkan suara-suara yang pro-Trump pun mulai kehilangan rasa kagum.

Ross Douthat dari The New York Times mengingatkan para pembaca bahwa Trump pernah melakukan aksi balas dendam sebelumnya.

Ketika angka-angkanya anjlok April lalu, ia diam-diam mengurangi retorika tarif, "menghentikan pengiriman orang ke penjara bawah tanah El Salvador," dan menghentikan pemotongan anggaran yang brutal.

"Resepnya kurang jelas," tulis Douthat.

Seperti Biden sebelumnya, Trump terjebak dalam ekonomi yang "tidak buruk, tetapi membuat orang terus-menerus tidak puas."

Anda tidak dapat meredakan kemarahan yang membara seperti itu dengan perintah eksekutif atau cuitan larut malam.

Gedung Putih terus menggembar-gemborkan kecerdasan buatan (AI) sebagai akselerator pertumbuhan besar di masa depan, tetapi para pemilih tidak khawatir tentang ChatGPT; mereka khawatir tentang telur, sewa, dan apakah pekerjaan mereka akan tetap ada tahun depan.

Terkait isu hidup atau mati tersebut, Douthat menyampaikan kesimpulan akhir yang mengerikan: Gedung Putih tidak memiliki rencana yang jelas.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
AS Habiskan Rp671 Triliun...
AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi
Rekomendasi
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved