Perang Thailand-Kamboja Pecah Lagi, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya

Senin, 08 Desember 2025 - 11:42 WIB
loading...
Perang Thailand-Kamboja...
Militer Thailand dan Kamboja kembali terlibat pertempuran di perbatasan yang disengketakan. Satu tentara Thailand tewas dan empat lainnya terluka. Foto/Asia Times
A A A
BANGKOK - Militer Thailand dan Kamboja kembali terlibat perang di perbatasan yang disengketakan pada hari Senin (8/12/2025).

Pasukan Thailand melancarkan serangan udara di wilayah perbatasan setelah pasukan Kamboja mengumbar tembakan yang menewaskan seorang tentara Thailand tewas dan empat lainnya terluka.

Pertempuran pecah kedua negara saling tuduh melanggar gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Baca Juga: Thailand dan Kamboja Perang Lagi, 1 Tentara Bangkok Tewas dan 4 Lainnya Luka

Ketegangan telah memanas sejak Thailand bulan lalu menangguhkan langkah-langkah de-eskalasi setelah seorang tentara Thailand terluka dalam serangkaian insiden terbaru yang melibatkan ranjau darat yang menurut Bangkok dipasang oleh pasukan Kamboja. Kamboja membantah tuduhan tersebut.

Perbandingan Kekuatan Militer Thailand dan Kamboja


Sebagai sesama anggota ASEAN, Thailand dan Kamboja telah terlibat sengketa wilayah selama bertahun-tahun, imbas dari ketidakjelasan status wilayah bekas penjajahan Prancis di masa silam. Kedua negara telah berkali-kali terlibat bentrok militer, dan berikut ini gambaran perbandingan kekuatan militer mereka.

1. Anggaran Militer dan Angkatan Darat

Kamboja memiliki anggaran pertahanan sebesar USD1,3 miliar pada tahun 2024 dan 124.300 personel militer aktif. Angkatan bersenjatanya dibentuk pada tahun 1993 dari penggabungan bekas militer Komunis negara itu dan dua kubu pasukan perlawanan lainnya.

Dari jumlah tersebut, tentara Kamboja adalah kekuatan terbesar, dengan sekitar 75.000 tentara, didukung oleh lebih dari 200 tank tempur dan sekitar 480 artileri.

Sedangkan Thailand, yang diklasifikasikan Amerika Serikat sebagai sekutu utama non-NATO, memiliki militer yang besar dan didanai dengan baik, dengan anggaran pertahanan sebesar USD5,73 miliar pada tahun 2024 dan lebih dari 360.000 personel angkatan bersenjata aktif.

Angkatan Darat Thailand memiliki total 245.000 personel, termasuk sekitar 115.000 wajib militer, sekitar 400 tank tempur, lebih dari 1.200 pengangkut personel lapis baja, dan sekitar 2.600 senjata artileri.

Angkatan Darat Thailand juga memiliki armada pesawatnya sendiri, yang terdiri dari pesawat penumpang, helikopter seperti puluhan Black Hawk buatan AS, dan kendaraan udara nirawak.

2. Angkatan Udara

Angkatan Udara Kamboja memiliki 1.500 personel, dengan armada pesawat yang relatif kecil, termasuk 10 pesawat angkut dan 10 helikopter angkut.

Negara ini tidak memiliki pesawat tempur, tetapi memiliki 16 helikopter multiperan, termasuk enam Mi-17 era Soviet dan 10 Z-9 China.

Sedangkan Thailand memiliki salah satu Angkatan Udara dengan perlengkapan dan pelatihan terbaik di Asia Tenggara, dengan perkiraan 46.000 personel, 112 pesawat tempur, termasuk 28 F-16 dan 11 jet tempur Gripen Swedia, serta puluhan helikopter.

3. Angkatan Laut

Angkatan Laut Kamboja diperkirakan memiliki 2.800 personel, termasuk 1.500 infanteri Angkatan Laut, dengan 13 kapal patroli dan tempur pesisir serta satu kapal pendarat amfibi.

Sedangkan Angkatan Laut Thailand jauh lebih besar, dengan hampir 70.000 personel, yang terdiri dari penerbangan Angkatan Laut, marinir, pertahanan pesisir, dan wajib militer.

Angkatan Laut Thailand memiliki satu kapal induk, tujuh fregat, dan 68 kapal patroli dan tempur pesisir. Armada Thailand juga memiliki beberapa kapal amfibi dan pendarat yang masing-masing mampu menampung ratusan pasukan dan 14 kapal pendarat yang lebih kecil.

Divisi penerbangan Angkatan Laut Thailand memiliki armada pesawatnya sendiri, termasuk helikopter dan UAV, di samping korps marinir yang beranggotakan 23.000 personel, yang didukung oleh puluhan kendaraan tempur bersenjata.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
Aturan Baru, Israel...
Aturan Baru, Israel Larang Wartawan Publikasikan Serangan Rudal Iran Hantam Fasilitas Militer
Rekomendasi
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Berita Terkini
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Infografis
Perang Pecah, Ini Perbandingan...
Perang Pecah, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved