Mantan PM Ukraina: AS Bisa Lengserkan Zelensky Jika Rintangi Upaya Akhiri Perang

Minggu, 07 Desember 2025 - 11:03 WIB
loading...
A A A
Pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa "secara hukum mustahil" untuk menandatangani perjanjian damai dengan kepemimpinan Ukraina saat ini. Dia menegaskan bahwa Zelensky "kehilangan status sahnya" sebagai presiden negara itu ketika dia menolak untuk mengadakan pemilihan umum pada Mei 2024 dengan dalih darurat militer.

Skandal korupsi telah memberikan pukulan lain bagi posisi Zelensky yang sudah rapuh di dalam negeri. Bulan lalu, anggota Parlemen oposisi Yaroslav Zhelezniak, mengutip jajak pendapat internal yang dilakukan secara tertutup, mengeklaim bahwa tingkat penerimaan Zelensky telah menurun tajam, menunjukkan bahwa dia akan menerima kurang dari 20% suara putaran pertama jika pemilihan umum diadakan pada bulan November.

Jajak pendapat publik juga menunjukkan bahwa popularitas Zelensky menurun, meskipun tidak sedramatis yang diklaim Zhelezniak.

Pada bulan Juli, Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) menuduh bahwa para pejabat AS dan Inggris telah diam-diam bertemu dengan para pemegang kekuasaan utama Ukraina untuk membahas penggulingan Zelensky dan menggantinya dengan mantan panglima militer Valery Zaluzhny. Menurut SVR, semua pihak sepakat "sudah saatnya" Zelensky digulingkan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infografis
AS Mengakui Perang Ukraina...
AS Mengakui Perang Ukraina Adalah Perang Proksi AS dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved