3 Pria Bersenjata Tembaki 25 Orang yang Sedang Minum Alkohol, 11 Tewas Termasuk Anak 3 Tahun

Minggu, 07 Desember 2025 - 10:33 WIB
loading...
3 Pria Bersenjata Tembaki...
Tiga pria bersenjata menyerbu sebuah hostel di Afrika Selatan dan menembaki orang-orang yang sedang minum alkohol. Dari 25 orang yang ditembak, 11 di antaranya tewas. Foto/Ilustrasi SindoNews
A A A
PRETORIA - Sedikitnya tiga pria bersenjata tiba-tiba menyerbu sebuah hostel di Ibu Kota Afrika Selatan, Pretoria, pada hari Sabtu. Mereka kemudian menembak mati 11 orang, termasuk seorang anak berusia tiga tahun.

Polisi mengatakan lokasi serangan dikenal menjual alkohol secara ilegal.

Serangan ini merupakan yang terbaru dari serangkaian penembakan massal yang mengguncang negara berpenduduk 63 juta jiwa tersebut. Sekadar diketahui, Afrika Selatan tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat pembunuhan tertinggi di dunia.

Baca Juga: Gereja AS Ditembaki dan Dibakar, Trump Sebut Umat Kristen Jadi Target

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa total 25 orang tertembak," kata juru bicara kepolisian Athlenda Mathe, seraya menambahkan bahwa 14 orang telah dibawa ke rumah sakit.

Menurutnya, 10 orang tewas di tempat kejadian perkara di kota Saulsville, 18 kilometer (11 mil) di sebelah barat Pretoria, sementara seorang lainnya meninggal di rumah sakit.

Tiga pria bersenjata memasuki tempat yang digambarkan Mathe sebagai "shebeen (bar) ilegal" di dalam hostel sekitar pukul 04.30 (02.30 GMT) dan tanpa pandang bulu menembaki sekelompok pria yang sedang minum-minum.

Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dan seorang anak perempuan berusia 16 tahun juga tewas dalam serangan itu.

"Insiden yang cukup disayangkan. Polisi baru diberitahu tentang insiden ini sekitar pukul 06.00," kata Mathe.

Polisi mengatakan motifnya belum diketahui dan belum ada penangkapan yang dilakukan, sementara perburuan sedang berlangsung.

"Kami menghadapi tantangan serius terkait tempat penjualan minuman keras ilegal dan tanpa izin ini," kata Mathe, seraya menambahkan bahwa di sanalah sebagian besar penembakan massal terjadi.

"Orang-orang yang tidak bersalah juga terjebak dalam baku tembak," ujarnya kepada penyiar SABC, yang dilansir AFP, Minggu (7/12/2025).

Kejahatan yang Mengakar


Afrika Selatan, negara paling maju di benua itu, sedang bergulat dengan kejahatan dan korupsi yang mengakar yang didorong oleh jaringan terorganisir.

Penembakan sering terjadi dan seringkali dipicu oleh kekerasan geng dan alkohol.

Banyak orang memiliki senjata api berlisensi untuk perlindungan pribadi, tetapi ada lebih banyak senjata ilegal yang beredar.

Sekitar 63 orang tewas setiap hari antara April hingga September, menurut data polisi.

Sebagian besar kematian bermula dari pertengkaran, dengan perampokan dan kekerasan geng juga menjadi penyebab utama jumlah korban begitu banyak.

Pada bulan Oktober, dua remaja tewas dan lima lainnya luka-luka dalam penembakan terkait geng kriminal di Johannesburg, ibu kota keuangan negara tersebut.

Dalam insiden lain di bulan Mei, orang-orang bersenjata membunuh delapan pelanggan di sebuah kedai minuman di kota Durban.

Tahun lalu, 18 kerabat ditembak mati di sebuah rumah pertanian di Provinsi Eastern Cape.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Aneh tapi Nyata, Anjing...
Aneh tapi Nyata, Anjing Menembak Seorang Wanita di AS
Siapa Nasire Best? Tersangka...
Siapa Nasire Best? Tersangka Penyerangan Gedung Putih yang Mengaku sebagai Yesus Kristus
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Penembakan di Fasilitas...
Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Gol Kylian Mbappe Bawa...
Gol Kylian Mbappe Bawa Prancis Ungguli Swedia 1-0 pada Babak Pertama
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
BPOM Izinkan Vaksin...
BPOM Izinkan Vaksin Sinovac Digunakan untuk Anak 6-11 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved