Pria Ini Ditangkap karena Tinggalkan Pacarnya di Puncak Gunung Tertinggi Austria hingga Mati Membeku
Minggu, 07 Desember 2025 - 08:27 WIB
loading...
Seorang pria ditangkap polisi setelah meninggalkan kekasihnya di puncak gunung tertinggi Austria hingga mati membeku. Foto/via New York Post
A
A
A
WINA - Seorang pria Austria telah ditangkap polisi atas tuduhan pembunuhan setelah diduga meninggalkan kekasihnya hingga mati membeku di Grossglockner, gunung tertinggi di negara tersebut. Dia menghadapi dakwaan pembunuhan karena kelalaian berat, yang bisa membuatnya dihukum penjara tiga tahun.
Pria 39 tersebut merupakan pendaki gunung berpengalaman asal Salzburg. Sedangkan korban yang berusia 33 tahun merupakan pendaki pemula.
Korban meninggal dunia dalam kondisi musim dingin yang parah pada bulan Januari setelah ditinggalkan dalam kondisi kelelahan, hipotermia, dan tanpa perlindungan hanya 45 meter di bawah puncak setinggi 3.800 meter.
Baca Juga: Influencer Cantik Stefanie Pieper Dibunuh, Jasad Dimasukkan Koper dan Dikubur di Hutan
Menurut laporan Metro.co.uk, Minggu (7/12/2025), pria yang tak disebutkan identitasnya itu meninggalkan kekasihnya selama lebih dari enam jam saat dia pergi mencari bantuan.
Laporan itu menyebutkan bahwa karena dia merencanakan perjalanan dan memiliki pengalaman mendaki gunung tingkat lanjut, dia bertindak sebagai pemandu dan memikul tanggung jawab yang lebih besar atas keselamatan kekasihnya.
Penyelidik menemukan bahwa pasangan tersebut memulai pendakian mereka terlambat dua jam dan tidak memiliki peralatan darurat yang memadai. Korban juga mengenakan perlengkapan yang tidak sesuai, papan splitboard dan sepatu bot salju yang lembut, untuk medan pegunungan Alpen yang berbahaya.
Pasangan itu dilaporkan menghadapi cuaca ekstrem, termasuk angin berkecepatan 72 km/jam dan suhu yang terasa seperti minus 20 derajat Celcius.
Pihak berwenang mengeklaim pria itu mengabaikan tanda-tanda bahaya, melanjutkan pendakian meskipun pasangannya kurang berpengalaman, dan tidak menghubungi layanan darurat sebelum malam tiba. Dia juga melewatkan beberapa panggilan dari tim penyelamat, diduga karena ponselnya dalam mode senyap.
Panggilan daruratnya baru dilakukan pukul 03.30. Ketika tim penyelamat mencapai wanita itu sekitar pukul 10.00, korban sudah meninggal. Angin kencang juga menunda penyelamatan helikopter saat fajar.
Pengacara pria itu menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan kecelakaan tragis. Kasus ini dijadwalkan untuk disidangkan di Pengadilan Regional Innsbruck pada 19 Februari 2026.
Insiden juga menyusul kematian Natalia Nagovitsyna, seorang pendaki berusia 47 tahun, di Puncak Pobeda, Kyrgyzstan, yang baru-baru ini meninggal dunia karena cuaca ekstrem sehingga tim penyelamat tidak dapat menyelamatkannya.
Pria 39 tersebut merupakan pendaki gunung berpengalaman asal Salzburg. Sedangkan korban yang berusia 33 tahun merupakan pendaki pemula.
Korban meninggal dunia dalam kondisi musim dingin yang parah pada bulan Januari setelah ditinggalkan dalam kondisi kelelahan, hipotermia, dan tanpa perlindungan hanya 45 meter di bawah puncak setinggi 3.800 meter.
Baca Juga: Influencer Cantik Stefanie Pieper Dibunuh, Jasad Dimasukkan Koper dan Dikubur di Hutan
Menurut laporan Metro.co.uk, Minggu (7/12/2025), pria yang tak disebutkan identitasnya itu meninggalkan kekasihnya selama lebih dari enam jam saat dia pergi mencari bantuan.
Laporan itu menyebutkan bahwa karena dia merencanakan perjalanan dan memiliki pengalaman mendaki gunung tingkat lanjut, dia bertindak sebagai pemandu dan memikul tanggung jawab yang lebih besar atas keselamatan kekasihnya.
Penyelidik menemukan bahwa pasangan tersebut memulai pendakian mereka terlambat dua jam dan tidak memiliki peralatan darurat yang memadai. Korban juga mengenakan perlengkapan yang tidak sesuai, papan splitboard dan sepatu bot salju yang lembut, untuk medan pegunungan Alpen yang berbahaya.
Pasangan itu dilaporkan menghadapi cuaca ekstrem, termasuk angin berkecepatan 72 km/jam dan suhu yang terasa seperti minus 20 derajat Celcius.
Pihak berwenang mengeklaim pria itu mengabaikan tanda-tanda bahaya, melanjutkan pendakian meskipun pasangannya kurang berpengalaman, dan tidak menghubungi layanan darurat sebelum malam tiba. Dia juga melewatkan beberapa panggilan dari tim penyelamat, diduga karena ponselnya dalam mode senyap.
Panggilan daruratnya baru dilakukan pukul 03.30. Ketika tim penyelamat mencapai wanita itu sekitar pukul 10.00, korban sudah meninggal. Angin kencang juga menunda penyelamatan helikopter saat fajar.
Pengacara pria itu menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan kecelakaan tragis. Kasus ini dijadwalkan untuk disidangkan di Pengadilan Regional Innsbruck pada 19 Februari 2026.
Insiden juga menyusul kematian Natalia Nagovitsyna, seorang pendaki berusia 47 tahun, di Puncak Pobeda, Kyrgyzstan, yang baru-baru ini meninggal dunia karena cuaca ekstrem sehingga tim penyelamat tidak dapat menyelamatkannya.
(mas)
Lihat Juga :