Rusia Bombardir Ukraina dengan 653 Drone dan 51 Rudal saat AS-Kyiv Sibuk Berunding

Minggu, 07 Desember 2025 - 07:36 WIB
loading...
A A A
Pada hari Jumat, Zelensky mengatakan dia ingin memperoleh informasi lengkap tentang apa yang dikatakan di Moskow dan dalih lain apa yang diajukan Putin untuk memperpanjang perang.

Kyiv mendorong revisi rencana perdamaian AS awal, yang secara luas dianggap menguntungkan Moskow ketika versi awalnya bocor ke media. Versi yang diperbarui belum dibagikan kepada publik.

Poin-poin utama perselisihan masih ada di antara kedua belah pihak, termasuk jaminan keamanan untuk Ukraina pascaperang dan konsesi teritorial.

Rusia saat ini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, termasuk sebagian besar wilayah Donbas di timur—yang terdiri dari wilayah Donetsk dan Luhansk.

Dalam wawancara dengan India Today pada hari Jumat, Putin memperingatkan pasukan Ukraina untuk mundur sepenuhnya dari wilayah tersebut minggu ini, dengan mengatakan bahwa jika tidak, Rusia akan membebaskan wilayah tersebut dengan paksa.

Kyiv dan sekutu-sekutunya di Eropa percaya bahwa cara paling efektif untuk mencegah Rusia menyerang lagi di masa mendatang adalah dengan memberikan Ukraina keanggotaan di NATO, atau memberikan jaminan keamanan yang komprehensif.

Rusia sangat menentang, sementara Trump juga telah berulang kali mengisyaratkan bahwa dia tidak berniat membiarkan Ukraina bergabung dengan aliansi militer tersebut.

Prospek Ukraina bergabung dengan NATO merupakan pertanyaan kunci yang dibahas di Moskow, kata Kremlin pada hari Rabu.

Trump mengatakan perundingan tersebut cukup baik, tetapi terlalu dini untuk mengatakan apa yang akan terjadi karena "memang dibutuhkan dua pihak untuk berunding.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Berita Terkini
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved