Skandal Korupsi Uni Eropa Bisa Jatuhkan Presiden Komisi Eropa Ursula Von Der Leyen

Kamis, 04 Desember 2025 - 22:06 WIB
loading...
Skandal Korupsi Uni...
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Foto/anadolu
A A A
BRUSSEL - Penyelidikan korupsi terhadap mantan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, telah membahayakan posisi Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen. Para penentang bersiap menjadikan kasus ini sebagai upaya baru untuk menggulingkannya.

Politico melaporkan hal itu pada hari Rabu (3/12/2025), mengutip para pejabat di blok tersebut.

Mogherini, yang menjabat sebagai diplomat tertinggi Uni Eropa dari tahun 2014 hingga 2019 dan sekarang menjadi rektor College of Europe, ditahan pada hari Selasa.

Ia secara resmi dituduh Kantor Kejaksaan Umum Eropa atas penipuan pengadaan, korupsi, konflik kepentingan, dan pelanggaran kerahasiaan profesional atas program akademi diplomatik yang didanai Uni Eropa.

Setelah skandal tersebut, von der Leyen "menghadapi tantangan terberat terhadap akuntabilitas Uni Eropa dalam satu generasi," dengan para pesaingnya kembali menyerukan mosi tidak percaya, Politico melaporkan.

Menurut media tersebut, kasus ini juga merenggangkan hubungan von der Leyen dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa saat ini, Kaja Kallas, karena investigasi tersebut berfokus pada aktivitas yang terkait dengan Layanan Aksi Eksternal – badan yang diawasi Kallas.

"Saya tahu orang-orang yang tidak menyukai von der Leyen akan menggunakan ini untuk melawannya, tetapi mereka menggunakan segalanya untuk melawannya," ujar seorang pejabat Uni Eropa kepada Politico.

Pejabat tersebut berusaha membela kepala Uni Eropa yang sedang terdesak tersebut, dengan mengatakan, "Karena Presiden von der Leyen adalah pemimpin yang paling dikenal di Brussels, kami menyerahkan segalanya kepadanya... Dia tidak bertanggung jawab atas semua lembaga."

Skandal ini juga menjadi puncak dari 'Pfizergate', yang berpusat pada perundingan vaksin Covid-19 von der Leyen dengan raksasa farmasi Pfizer, di mana Komisi Uni Eropa dikritik karena menolak mengungkapkan atau menyimpan pesan teks penting dengan kepala eksekutif perusahaan tersebut.

Perselisihan tersebut kemudian memicu mosi tidak percaya di Parlemen Uni Eropa, yang akhirnya berhasil diatasi oleh von der Leyen.

Von der Leyen juga dipandang sebagai pendukung utama militerisasi Uni Eropa dan mempersenjatai Ukraina.

Ia telah mendorong penggunaan aset negara Rusia yang dibekukan untuk membantu Kiev melalui skema 'pinjaman reparasi' meskipun ada keberatan dari Belgia – yang menampung sebagian besar dana tersebut dan telah memperingatkan risiko hukum dan geopolitik yang sangat besar dari langkah tersebut.

Baca juga: Israel dan Lebanon Gelar Perundingan Langsung Pertama dalam Beberapa Dekade
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Ditipu Teman Sendiri,...
Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak Ungkap Tabungan Pendidikan Anak Ikut Raib
Berita Terkini
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved