Rudal Satan II Rusia Momok bagi Barat Meledak usai Lepas Landas
Selasa, 02 Desember 2025 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
Rudal tersebut memiliki panjang 35 meter, dengan jangkauan sekitar 11.200 mil dan berat peluncuran lebih dari 200 ton. Ia dirancang untuk mengirimkan sejumlah hulu ledak nuklir ke target di Amerika Serikat dan Eropa.
Vyacheslav Volodin, anggota Dewan Keamanan Rusia, sebelumnya mengeklaim rudal tersebut dapat menghantam Parlemen Eropa di Strasbourg dalam waktu kurang dari empat menit.
Rudal itu dijadwalkan untuk dikerahkan pada tahun 2018, tetapi kegagalan pengujian yang berulang telah menyebabkan penundaan, dengan hanya satu uji penerbangan Sarmat yang dinilai sebagian berhasil hingga saat ini.
Defense Express, sebuah publikasi Ukraina yang berfokus pada pertahanan dan keamanan, menulis bahwa video-video yang dianalisis hampir pasti menunjukkan senjata yang gagal diuji coba itu adalah misil Satan II karena konfigurasi silo di lokasi uji Yasny dan tidak adanya pengumuman peluncuran satelit atau latihan pasukan strategis.
Pavel Podvig, seorang peneliti PBB dan direktur Proyek Pasukan Nuklir Rusia, mengatakan kepada The Telegraph bahwa rudal-rudal lain praktis dapat dikesampingkan.
“Sebenarnya hanya ada dua pilihan di sini [secara logistik]. Satu adalah rudal SS-18 yang lebih tua [kadang-kadang dikenal sebagai Satan I], atau Sarmat baru ini,” kata Podvig.
“Dengan rudal yang lebih tua, saya pikir itu tidak mungkin karena rudal itu belum diuji sejak 2013," ujarnya.
Vyacheslav Volodin, anggota Dewan Keamanan Rusia, sebelumnya mengeklaim rudal tersebut dapat menghantam Parlemen Eropa di Strasbourg dalam waktu kurang dari empat menit.
Rudal itu dijadwalkan untuk dikerahkan pada tahun 2018, tetapi kegagalan pengujian yang berulang telah menyebabkan penundaan, dengan hanya satu uji penerbangan Sarmat yang dinilai sebagian berhasil hingga saat ini.
Defense Express, sebuah publikasi Ukraina yang berfokus pada pertahanan dan keamanan, menulis bahwa video-video yang dianalisis hampir pasti menunjukkan senjata yang gagal diuji coba itu adalah misil Satan II karena konfigurasi silo di lokasi uji Yasny dan tidak adanya pengumuman peluncuran satelit atau latihan pasukan strategis.
Pavel Podvig, seorang peneliti PBB dan direktur Proyek Pasukan Nuklir Rusia, mengatakan kepada The Telegraph bahwa rudal-rudal lain praktis dapat dikesampingkan.
“Sebenarnya hanya ada dua pilihan di sini [secara logistik]. Satu adalah rudal SS-18 yang lebih tua [kadang-kadang dikenal sebagai Satan I], atau Sarmat baru ini,” kata Podvig.
“Dengan rudal yang lebih tua, saya pikir itu tidak mungkin karena rudal itu belum diuji sejak 2013," ujarnya.
Lihat Juga :