Picu Kontroversi, Patung Bayi Yesus ‘Tanpa Wajah’ Dicuri di Brussels
Selasa, 02 Desember 2025 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
Awalnya muncul laporan bahwa patung tersebut telah “dipenggal”, namun penyelenggara menegaskan bahwa laporan itu tidak benar—kepala patung memang tidak memiliki fitur wajah sejak awal sesuai desain seninya.
Sosok di balik karya itu, seniman Victoria-Maria Geyer, menjelaskan bahwa desain bayi Yesus “tanpa wajah” dibuat agar umat Katolik dari berbagai negara dan latar belakang dapat merasa terwakili.
Dia menciptakan figur-figur kain tersebut agar setiap umat Katolik, dari Jepang hingga Namibia dapat mengidentifikasi dirinya sendiri dalam kisah kelahiran Kristus. Dengan menghilangkan ciri etnis, ekspresi, atau karakteristik tertentu, Geyer berharap pesan universal Natal dapat lebih dirasakan.
Namun idealisme itu memicu badai kritik. Ketua partai MR yang juga bagian dari koalisi pemerintahan Belgia, Georges-Louis Bouchez, menyatakan bahwa karya buatan Geyer “sama sekali tidak mencerminkan semangat Natal.”
Dia bahkan membandingkan patung bayi Yesus "tanpa wajah" itu dengan “manusia seperti zombie di stasiun-stasiun kereta.”
Geyer mengecam keras serangan tersebut, terutama setelah patung Yesus miliknya hilang dicuri dari palungan. Dia menyebut tindakan itu sebagai upaya merusak karya seni dan mengubahnya menjadi kontroversi murahan.
Sosok di balik karya itu, seniman Victoria-Maria Geyer, menjelaskan bahwa desain bayi Yesus “tanpa wajah” dibuat agar umat Katolik dari berbagai negara dan latar belakang dapat merasa terwakili.
Dia menciptakan figur-figur kain tersebut agar setiap umat Katolik, dari Jepang hingga Namibia dapat mengidentifikasi dirinya sendiri dalam kisah kelahiran Kristus. Dengan menghilangkan ciri etnis, ekspresi, atau karakteristik tertentu, Geyer berharap pesan universal Natal dapat lebih dirasakan.
Namun idealisme itu memicu badai kritik. Ketua partai MR yang juga bagian dari koalisi pemerintahan Belgia, Georges-Louis Bouchez, menyatakan bahwa karya buatan Geyer “sama sekali tidak mencerminkan semangat Natal.”
Dia bahkan membandingkan patung bayi Yesus "tanpa wajah" itu dengan “manusia seperti zombie di stasiun-stasiun kereta.”
Geyer mengecam keras serangan tersebut, terutama setelah patung Yesus miliknya hilang dicuri dari palungan. Dia menyebut tindakan itu sebagai upaya merusak karya seni dan mengubahnya menjadi kontroversi murahan.
Lihat Juga :