Picu Kontroversi, Patung Bayi Yesus ‘Tanpa Wajah’ Dicuri di Brussels
Selasa, 02 Desember 2025 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
Pasar Natal Brussels dikenal sebagai salah satu yang paling ramai di Eropa. Tahun lalu, lebih dari 4 juta pengunjung memadati kawasan pusat kota untuk menikmati cokelat panas, instalasi pencahayaan, dan berbelanja dari 238 kios yang menjual kerajinan tangan hingga dekorasi.
Di tengah Grand Place berdiri pohon Natal raksasa, sementara instalasi palungan ditempatkan dalam tenda putih sederhana. Wakil direktur Brussels Major Events, Delphine Romanus, mengatakan figur-figur buatan Geyer dipilih melalui tradisi tahunan yang melibatkan Gereja Katolik setempat dan Pemerintah Kota Brussels.
Romanus menambahkan bahwa insiden pencurian seperti ini bukan hal baru. Pada tahun-tahun sebelumnya, beberapa patung bayi Yesus juga pernah dirusak atau dicuri. Karena itu, meskipun patung bayi Yesus kini telah diganti dengan figur baru, pihaknya tidak berencana menambah pengamanan secara drastis.
Penyelenggara dan aparat keamanan mengatakan akan mengawasi area palungan dengan lebih ketat, meski tidak ada ancaman terhadap keselamatan publik. Kepolisian Brussels kini menyelidiki insiden ini sebagai dugaan vandalisme. Hingga kini belum ada indikasi motif politik, anti-agama, atau aksi kelompok tertentu.
Seorang warga Brussels, Francis De Laveleye, menyayangkan bagaimana perdebatan seni berubah menjadi sentimen merusak.
"Yang tidak dapat ditoleransi adalah ketika orang menyerang karya seorang seniman untuk merusaknya dan mengubahnya menjadi kontroversi bodoh yang mempermalukan Brussels," katanya, seperti dikutip AP, Selasa (2/12/2025).
Di tengah Grand Place berdiri pohon Natal raksasa, sementara instalasi palungan ditempatkan dalam tenda putih sederhana. Wakil direktur Brussels Major Events, Delphine Romanus, mengatakan figur-figur buatan Geyer dipilih melalui tradisi tahunan yang melibatkan Gereja Katolik setempat dan Pemerintah Kota Brussels.
Romanus menambahkan bahwa insiden pencurian seperti ini bukan hal baru. Pada tahun-tahun sebelumnya, beberapa patung bayi Yesus juga pernah dirusak atau dicuri. Karena itu, meskipun patung bayi Yesus kini telah diganti dengan figur baru, pihaknya tidak berencana menambah pengamanan secara drastis.
Penyelenggara dan aparat keamanan mengatakan akan mengawasi area palungan dengan lebih ketat, meski tidak ada ancaman terhadap keselamatan publik. Kepolisian Brussels kini menyelidiki insiden ini sebagai dugaan vandalisme. Hingga kini belum ada indikasi motif politik, anti-agama, atau aksi kelompok tertentu.
Seorang warga Brussels, Francis De Laveleye, menyayangkan bagaimana perdebatan seni berubah menjadi sentimen merusak.
"Yang tidak dapat ditoleransi adalah ketika orang menyerang karya seorang seniman untuk merusaknya dan mengubahnya menjadi kontroversi bodoh yang mempermalukan Brussels," katanya, seperti dikutip AP, Selasa (2/12/2025).
(mas)
Lihat Juga :