Horor! Remaja Ini Tewas Diterkam Singa Bonbin setelah Terobos Kandang
Selasa, 02 Desember 2025 - 07:47 WIB
loading...
Remaja 19 tahun di Brasil tewas diterkam singa betina di sebuah kebun binatang setelah dia menerobos kandang satwa tersebut. Foto/X/via news.com.au
A
A
A
BRASILIA - Seorang remaja tewas diterkam singa betina setelah dia menerobos kandang satwa tersebut di sebuah kebun binatang (bonbin) di Brasil.
Gerson Machado (19) diserang singa tersebut saat dia menuruni pohon untuk memasuki kandang di Arruda Camera Park di Joao Pessoa, timur laut Brasil, pada hari Minggu.
Video mengerikan yang direkam seorang pengunjung bonbin dan dibagikan di media sosial menunjukkan Machado memanjat pagar setinggi enam meter sebelum turun dari pohon palem.Baca Juga: 5 Simpanse Kabur dari Bonbin Picu Kepanikan, 4 Ditembak Mati
Orang-orang terdengar berteriak kepada Machado agar berhenti. Salah seorang wanita berteriak, "Jangan, jangan masuk, Nak!"
"Ya Tuhan, dia mau turun," kata pengunjung yang lain.
Kebun binatang tersebut, yang juga dikenal sebagai Bica Park, akan tetap ditutup hingga penyelidikan atas tragedi tersebut selesai.
"Meskipun petugas keamanan berusaha menghentikan [Machado], dia bertindak sangat cepat dan meninggal akibat luka-luka yang ditimbulkan oleh singa betina," kata seorang juru bicara kebun binatang.
"[Dia] memanjat tembok setinggi 6 meter dan berhasil masuk ke kandang hewan menggunakan salah satu pohon.
Menurut polisi, itu kemungkinan merupakan tindakan bunuh diri," ujarnya.
"Kami ingin menyampaikan solidaritas kami kepada keluarga korban insiden yang menyedihkan ini," imbuh dia.
Dewan dokter hewan daerah setempat akan meninjau sistem pengawasan, kontrol akses, dan manajemen kebun binatang sebagai bagian dari investigasi atas insiden tersebut.
Machado, yang memiliki riwayat masalah kesehatan mental, telah beberapa kali memberi tahu pekerja sosial tentang keinginannya untuk tinggal di antara kucing besar Afrika. Dia sebelumnya mencoba mencapai Afrika sebagai penumpang gelap dengan pesawat.
Veronica Oliveira, seorang pekerja perlindungan anak yang telah mendukung Machado selama bertahun-tahun, mengatakan bahwa remaja itu memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mental dan tumbuh dalam kemiskinan ekstrem. Menurutnya, Machado sebenarnya membutuhkan dukungan lebih lanjut untuk kesehatan mentalnya.
“Meskipun laporan diminta karena gangguan mental terbukti, negara mengatakan dia hanya memiliki masalah perilaku,” katanya, menurut laporan O Globo, Selasa (2/12/2025).
"Apakah seseorang yang memasuki kandang singa, yang melempar batu bulat ke mobil polisi, memiliki masalah perilaku? Tidak, ini bukan sekadar masalah perilaku. Gerson membutuhkan perawatan, yang tidak ditawarkan."
Bica Park telah menyatakan bahwa singa betina yang terlibat dalam insiden tersebut tidak akan dieutanasia.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kebun binatang mengatakan bahwa satwa tersebut sedang dalam observasi setelah mengalami "tingkat stres yang tinggi".
"Penting untuk ditekankan bahwa eutanasia tidak pernah dipertimbangkan. Singa betina tersebut sehat, tidak menunjukkan perilaku agresif di luar konteks insiden, dan tidak akan dieutanasia," katanya.
"Protokol dalam situasi seperti ini mengharuskan apa yang sedang dilakukan: pemantauan, penilaian perilaku, dan perawatan khusus."
Gerson Machado (19) diserang singa tersebut saat dia menuruni pohon untuk memasuki kandang di Arruda Camera Park di Joao Pessoa, timur laut Brasil, pada hari Minggu.
Video mengerikan yang direkam seorang pengunjung bonbin dan dibagikan di media sosial menunjukkan Machado memanjat pagar setinggi enam meter sebelum turun dari pohon palem.Baca Juga: 5 Simpanse Kabur dari Bonbin Picu Kepanikan, 4 Ditembak Mati
Orang-orang terdengar berteriak kepada Machado agar berhenti. Salah seorang wanita berteriak, "Jangan, jangan masuk, Nak!"
"Ya Tuhan, dia mau turun," kata pengunjung yang lain.
Kebun binatang tersebut, yang juga dikenal sebagai Bica Park, akan tetap ditutup hingga penyelidikan atas tragedi tersebut selesai.
"Meskipun petugas keamanan berusaha menghentikan [Machado], dia bertindak sangat cepat dan meninggal akibat luka-luka yang ditimbulkan oleh singa betina," kata seorang juru bicara kebun binatang.
"[Dia] memanjat tembok setinggi 6 meter dan berhasil masuk ke kandang hewan menggunakan salah satu pohon.
Menurut polisi, itu kemungkinan merupakan tindakan bunuh diri," ujarnya.
"Kami ingin menyampaikan solidaritas kami kepada keluarga korban insiden yang menyedihkan ini," imbuh dia.
Dewan dokter hewan daerah setempat akan meninjau sistem pengawasan, kontrol akses, dan manajemen kebun binatang sebagai bagian dari investigasi atas insiden tersebut.
Machado, yang memiliki riwayat masalah kesehatan mental, telah beberapa kali memberi tahu pekerja sosial tentang keinginannya untuk tinggal di antara kucing besar Afrika. Dia sebelumnya mencoba mencapai Afrika sebagai penumpang gelap dengan pesawat.
Veronica Oliveira, seorang pekerja perlindungan anak yang telah mendukung Machado selama bertahun-tahun, mengatakan bahwa remaja itu memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mental dan tumbuh dalam kemiskinan ekstrem. Menurutnya, Machado sebenarnya membutuhkan dukungan lebih lanjut untuk kesehatan mentalnya.
“Meskipun laporan diminta karena gangguan mental terbukti, negara mengatakan dia hanya memiliki masalah perilaku,” katanya, menurut laporan O Globo, Selasa (2/12/2025).
"Apakah seseorang yang memasuki kandang singa, yang melempar batu bulat ke mobil polisi, memiliki masalah perilaku? Tidak, ini bukan sekadar masalah perilaku. Gerson membutuhkan perawatan, yang tidak ditawarkan."
Bica Park telah menyatakan bahwa singa betina yang terlibat dalam insiden tersebut tidak akan dieutanasia.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kebun binatang mengatakan bahwa satwa tersebut sedang dalam observasi setelah mengalami "tingkat stres yang tinggi".
"Penting untuk ditekankan bahwa eutanasia tidak pernah dipertimbangkan. Singa betina tersebut sehat, tidak menunjukkan perilaku agresif di luar konteks insiden, dan tidak akan dieutanasia," katanya.
"Protokol dalam situasi seperti ini mengharuskan apa yang sedang dilakukan: pemantauan, penilaian perilaku, dan perawatan khusus."
(mas)
Lihat Juga :