Sejak Kapan Tentara Pakai Motif Loreng? Jawabannya Bikin Kaget!

Senin, 01 Desember 2025 - 19:05 WIB
loading...
A A A
Di sisi lain, pasukan Boer menggunakan taktik gerilya: melakukan penyergapan di medan yang sudah mereka kenal dan mengenakan seragam berwarna cokelat muda agar pasukan Inggris tidak menyadari kehadiran mereka hingga terlambat. Tidak mengherankan, tidak terlalu sulit bagi penembak jitu Boer untuk mengenali target ketika mereka semua mengenakan jaket merah menyala.

Hal ini memaksa perubahan taktik, dan pada tahun 1902 tentara Inggris secara resmi mengadopsi warna khaki sebagai warna seragam untuk semua pasukan yang ditempatkan di luar negeri. Tak lama kemudian, militer lain mengadopsi ide yang sama, dengan tentara Amerika, Rusia, Italia, dan Jerman menciptakan nuansa seragam mereka yang kusam.

4. Inggris Memanfaatkan Seragam Loreng pada Perang Dunia I

Melansir Army Cadets, ketika Perang Dunia Pertama meletus pada tahun 1914, Prancis adalah satu-satunya kekuatan militer besar yang masih menggunakan seragam loreng. Perang ini adalah yang pertama dalam sejarah yang menggunakan senjata api modern dalam skala besar, dan kamuflase dengan cepat menjadi vital.

Berbagai pelukis dan desainer di seluruh dunia dipekerjakan untuk mengembangkan pola kamuflase yang efektif bagi pasukan di semua pihak yang berperang. Pasukan Prancis akhirnya terpaksa meninggalkan seragam mereka yang berwarna cerah juga.

Perang Dunia Pertama juga merupakan contoh besar pertama penggunaan kamuflase untuk menyembunyikan kendaraan, artileri, dan posisi-posisi penting di medan perang. Sebelum ini, peperangan udara belum ada, dan kemunculan pesawat mata-mata yang tiba-tiba membuat penyembunyian sebanyak mungkin menjadi krusial untuk mempertahankan unsur kejutan.

5. Inggris Menggunakan Seragam Loreng pada Perang Dunia II

Melansir Army Cadets, perkembangan kamuflase berlanjut selama Perang Dunia II. Seragam baru dikembangkan bagi pasukan terjun payung untuk menyembunyikan mereka saat mereka terjun payung di belakang garis musuh dan melintasi medan yang sulit.

Tentara Italia, Jerman, Inggris, dan Soviet segera merancang pola unik mereka sendiri untuk pasukan dan penembak jitu mereka, berkat kerja keras para seniman dan arsitek. Banyak kelompok perempuan bekerja untuk menjahit pakaian kamuflase, dengan organisasi-organisasi di seluruh dunia menyumbangkan jaring dan perlengkapan kamuflase militer lainnya untuk upaya perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved