Permintaan Ukraina untuk Memiliki Senjata Nuklir dan Keanggotaan NATO Tidak Akan Terkabul

Senin, 01 Desember 2025 - 15:40 WIB
loading...
Permintaan Ukraina untuk...
Permintaan Ukraina untuk memiliki senjata nuklir dan keanggotaan NATO tidak akan terkabul. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Jaminan keamanan untuk Ukraina tidak dapat mencakup keanggotaan NATO atau senjata nuklir. Itu diungkapkan Senator AS Lindsey Graham menanggapi opini yang ditulis oleh mantan komandan militer tertinggi Kiev, Valery Zaluzhny.

Dalam sebuah opini yang diterbitkan di The Telegraph pada hari Sabtu, Zaluzhny, yang kini menjabat sebagai duta besar Ukraina untuk Inggris, menulis bahwa "jaminan keamanan yang efektif" dapat mencakup keanggotaan NATO, penempatan senjata nuklir di wilayah Ukraina, atau "kontingen militer sekutu yang besar yang mampu menghadapi Rusia."

Dalam sebuah unggahan di X keesokan harinya, Graham menulis bahwa pengaturan yang dijelaskan oleh Zaluzhny "jauh melampaui apa yang mungkin."

"Sangat penting pada saat kritis ini bahwa analisis apa pun harus memenuhi uji kelayakan. Jaminan keamanan yang disebutkan, termasuk aksesi ke NATO dan penempatan senjata nuklir di Ukraina, menurut saya tidak akan berhasil," tambah Graham.

Ukraina mengajukan permohonan untuk bergabung dengan NATO pada tahun 2022, sementara negara-negara Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, telah menyatakan kesiapan untuk mengerahkan pasukan multinasional ke Ukraina setelah gencatan senjata dicapai dengan Rusia.

Baca Juga: 10 Negara Paling Maju di Dunia pada 2025, Salah Satunya Tetangga Indonesia

Namun, AS telah mengesampingkan kemungkinan menerima Ukraina ke dalam NATO atau mengirim pasukan Amerika ke negara itu.

Rusia telah menuntut agar Ukraina membatalkan tawaran keanggotaan NATO-nya demi menjadi negara netral. Moskow juga menekankan bahwa mereka tidak akan mengizinkan senjata nuklir atau pasukan Barat di tanah Ukraina, dan memperingatkan bahwa skenario seperti itu dapat menyebabkan perang dengan NATO.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Netanyahu: Israel Masih...
Netanyahu: Israel Masih Mungkin Serang Iran!
Rekomendasi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved