8 Negara Paling Dibenci di Dunia pada 2025, dari Amerika Serikat hingga Arab Saudi

Minggu, 30 November 2025 - 04:40 WIB
loading...
A A A
Pemerintah mengendalikan banyak bisnis dan sering terjadi laporan korupsi; kerja paksa; "pabrik-pabrik eksploitatif"; dan produk-produk yang dibuat menggunakan bahan-bahan yang lebih murah, tetapi tidak sehat atau beracun.

China juga merupakan pencemar dan penghasil emisi gas rumah kaca CO₂ terbesar di dunia dengan selisih yang sangat besar.

Pemerintah China menolak memberikan kemerdekaan kepada Hong Kong, Taiwan, dan Makau serta mengganggu setiap upaya Taiwan untuk menegakkan kedaulatan politik dan bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

China juga dituduh melakukan "diplomasi jebakan utang" di mana China meminjamkan uang kepada negara-negara berkembang yang kemungkinan besar tidak akan mampu mereka bayar kembali dan sebagai imbalannya mendapatkan pengaruh politik yang tidak semestinya atas negara tersebut.

3. Amerika Serikat

Meskipun kemunculan negara ini dalam daftar "paling dibenci" mungkin mengejutkan banyak orang Amerika, hanya sedikit orang Asia atau Eropa yang akan terkejut. Seperti halnya Tiongkok dan Rusia, penyebab utama permusuhan yang ditujukan kepada AS adalah kecenderungan negara tersebut untuk bertindak berlebihan ketika mencoba memengaruhi peristiwa internasional dengan cara yang menguntungkan AS.

AS sering mengirimkan pasukan ke negara lain (Vietnam, Panama, Afghanistan, Irak, dll.) karena alasan yang sering dikritik oleh orang-orang di negara lain. AS juga dikenal menunjukkan pengaruhnya secara politik, dan apa yang tampak seperti kepemimpinan bagi AS dan sekutunya dapat tampak seperti penindasan atau intimidasi bagi orang-orang di negara lain—terutama jika kepemimpinan tersebut melibatkan dukungan terhadap rezim yang dipertanyakan di negara-negara kaya minyak.

4. Arab Saudi

Negara kaya minyak ini diperintah oleh pemerintahan otoriter dan diktator yang kebijakannya didasarkan pada interpretasi doktrin Muslim yang ketat, keras, dan misoginis. Hak asasi manusia, terutama hak-hak perempuan, sangat ditekan di Arab Saudi.

Negara ini menolak menandatangani Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Hukuman mati adalah legal dan sering digunakan untuk menghukum kejahatan mulai dari pembunuhan hingga perzinahan dan kemurtadan (meninggalkan gereja). Polisi dan pasukan keamanan lainnya dikenal melakukan kekerasan dan penyiksaan terhadap tersangka untuk mendapatkan pengakuan—atau sekadar menyingkirkan pihak yang menentang, seperti dalam kasus jurnalis Jamal Khashoggi yang disiksa dan dibunuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
AS Habiskan Rp671 Triliun...
AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi
Rekomendasi
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved