Mengapa Kebakaran Terbaru di Hong Kong Begitu Mematikan?

Sabtu, 29 November 2025 - 15:13 WIB
loading...
A A A
Perancah bambu, yang telah dikaitkan dengan kerusakan akibat kebakaran terbaru, juga dikenal sebagai alternatif murah bagi bisnis konstruksi meskipun Biro Pembangunan kota mendorong untuk “mendorong adopsi perancah logam yang lebih luas dalam pekerjaan bangunan umum secara progresif,” dengan seorang pejabat biro menyebutkan “kelemahan intrinsik bambu seperti variasi sifat mekanis, kerusakan seiring waktu, dan tingkat pembakaran yang tinggi, dll., yang menimbulkan masalah keselamatan.”

Kamis dini hari, polisi Hong Kong mengumumkan penangkapan tiga orang dari sebuah perusahaan teknik konstruksi atas dugaan pembunuhan, setelah petugas menemukan mereka telah memasang lembaran polistirena. Seorang juru bicara mengatakan kepada media lokal bahwa polisi "memiliki alasan untuk meyakini bahwa orang-orang yang bertanggung jawab di perusahaan tersebut sangat lalai, yang menyebabkan insiden tersebut dan menyebabkan api menyebar dengan cepat."

Puluhan orang telah dilarikan ke rumah sakit dan ratusan warga lainnya masih belum diketahui keberadaannya, tetapi jumlah korban tewas dalam kebakaran Wang Fuk Court telah melampaui jumlah korban tewas dalam kebakaran Gedung Garley tahun 1996 yang menewaskan 41 orang dan melukai 81 orang.

Namun, Hong Kong telah menjadi lokasi banyak kebakaran besar di masa lalu, yang, seperti insiden Pengadilan Wang Fuk, memiliki berbagai penyebab spesifik, tetapi juga sering kali memiliki beberapa faktor yang sama yang berkontribusi pada tingkat kematian yang tinggi.

3. Tingkat Kepadatan yang Tinggi

Hong Kong, Daerah Administratif Khusus semi-otonom China, adalah salah satu wilayah terpadat di dunia, dengan 6.900 penduduk per km persegi. Banyak bangunan dibangun berdekatan, terutama di Pulau Hong Kong dan Kowloon, sehingga memudahkan penyebaran api.

Namun, kepadatan penduduk kota yang tinggi ini juga disebabkan oleh banyaknya rumah susun—kamar-kamar kecil yang disekat-sekat, terkadang menyerupai kandang hewan—di mana penghuni dapat berdesakan dan tinggal dengan biaya yang jauh lebih murah daripada biaya rumah susun standar di Hong Kong.

Pada bulan April 2024, kebakaran yang melibatkan blok rumah susun berusia 60 tahun di Yau Ma Tei di wilayah Kowloon menewaskan lima orang dan melukai puluhan lainnya. Dalam sebuah opini pada saat itu tentang risiko yang terkait dengan rumah-rumah ini, South China Morning Post menjelaskan bahwa, meskipun rokok mungkin menjadi penyebab kebakaran, petugas pemadam kebakaran mengatakan unit-unit yang terbagi dan "perubahan struktural" pada bangunan tersebut mempersulit upaya penyelamatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebakaran Hebat Lumat...
Kebakaran Hebat Lumat Pangkalan Inggris yang Digunakan Pesawat AS Bombardir Iran
Markas Kebakaran dan...
Markas Kebakaran dan Bos Diduga Tewas, Yakuza Jepang Rapat Darurat
Lagi, Kapal Induk Nuklir...
Lagi, Kapal Induk Nuklir AS Dilanda Kebakaran, 3 Pelaut Terluka
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Hong Kong Hukum Bos...
Hong Kong Hukum Bos Apple Daily Jimmy Lai 20 Tahun Penjara, Kritiknya Dicap Kolusi dengan Asing
Pesta Tahun Baru Swiss...
Pesta Tahun Baru Swiss Berujung Tragedi Kebakaran Mengerikan, 40 Tewas, 115 Luka
Pabrik Karet di Tangerang...
Pabrik Karet di Tangerang Kebakaran Sejak Semalam, Sudah 9 Jam Api Masih Berkobar
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved