Serangan Israel Berlanjut, Warga Palestina Dikunci Paksa di Tepi Barat
Sabtu, 29 November 2025 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Jumat, beberapa serangan Israel dilaporkan terjadi di dekat Khan Younis dan Rafah di Gaza selatan, dan serangan pesawat tak berawak Israel menewaskan seorang warga Palestina di Bani Suheila, kota di timur Khan Younis, menurut laporan medis setempat.
Sebanyak 347 warga Palestina telah tewas di Gaza sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan di wilayah kantong tersebut.
Ismail al-Thawabta, direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, juga mengatakan pada hari Jumat bahwa 535 pelanggaran Israel telah terdokumentasi sejak gencatan senjata diberlakukan.
Al-Thawabta mengatakan di Telegram bahwa aliran bantuan ke wilayah yang dilanda perang tersebut masih jauh di bawah jumlah yang disepakati dalam gencatan senjata.
“Pendudukan (Israel) hanya mengizinkan 9.930 truk masuk ke Gaza dari hampir 28.000 yang diminta – hanya 35%– sehingga mengubah bantuan menjadi alat perang yang digunakan untuk tekanan alih-alih kewajiban hukum atau kemanusiaan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, “Situasi kemanusiaan di Gaza memburuk dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan agresi Israel telah menghancurkan infrastruktur dan layanan penting.”
Baca juga: Kehabisan Uang, Inggris akan Jual Sejumlah Kedutaan Besar dan Kediaman Diplomat
Sebanyak 347 warga Palestina telah tewas di Gaza sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan di wilayah kantong tersebut.
Ismail al-Thawabta, direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, juga mengatakan pada hari Jumat bahwa 535 pelanggaran Israel telah terdokumentasi sejak gencatan senjata diberlakukan.
Al-Thawabta mengatakan di Telegram bahwa aliran bantuan ke wilayah yang dilanda perang tersebut masih jauh di bawah jumlah yang disepakati dalam gencatan senjata.
“Pendudukan (Israel) hanya mengizinkan 9.930 truk masuk ke Gaza dari hampir 28.000 yang diminta – hanya 35%– sehingga mengubah bantuan menjadi alat perang yang digunakan untuk tekanan alih-alih kewajiban hukum atau kemanusiaan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, “Situasi kemanusiaan di Gaza memburuk dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan agresi Israel telah menghancurkan infrastruktur dan layanan penting.”
Baca juga: Kehabisan Uang, Inggris akan Jual Sejumlah Kedutaan Besar dan Kediaman Diplomat
(sya)
Lihat Juga :