Mahathir Mohamad: PM Anwar Ibrahim Menyerahkan Malaysia kepada AS, Langkah Bodoh!

Kamis, 27 November 2025 - 14:55 WIB
loading...
Mahathir Mohamad: PM...
Mantan PM Mahathir Mohamad sebut pemerintah PM Anwar Ibrahim telah menyerahkan kemerdekaan Malaysia kepada Amerika Serikat melalui perjanjian perdagangan. Foto/Facebook Mahathir Mohamad
A A A
KUALA LUMPUR - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengecam pemerintah karena mengompromikan kedaulatan nasional melalui penadatanganan perjanjian perdagangan timbal balik dengan Amerika Serikat (AS).

Dia juga mengkritik keras Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim karena tidak berkonsultasi dengan Parlemen atau ahli hukum sebelum menandatangani perjanjian perdagangan tersebut.

Dalam konferensi pers, Mahathir mengatakan langkah pemerintah PM Anwar Ibrahim itu seperti “menyerahkan Malaysia kepada Amerika Serikat” dan bahwa perjanjian itu adalah “langkah bodoh”.

Baca Juga: Mahathir Mohamad: Bangsa Melayu Kehilangan Singapura, Jatuh ke Tangan Orang China

“Perjanjian ini adalah langkah bodoh pemerintah, yang langsung dan gegabah menandatanganinya. Sementara itu, negara-negara ASEAN lainnya tidak menandatangani perjanjian tersebut," katanya.

"Mengapa Malaysia menyerahkan diri kepada Amerika Serikat, padahal negara-negara ASEAN membutuhkan waktu untuk meninjau perjanjian, sementara Malaysia hanya membutuhkan waktu dua hari?” lanjut dia.

Mahathir juga mengeklaim bahwa perusahaan-perusahaan Amerika secara efektif telah diberi status Bumiputera berdasarkan perjanjian perdagangan timbal balik antara Malaysia dan AS, menyebutnya sebagai "pengkhianatan terhadap kemerdekaan Malaysia".

Mahathir menambahkan bahwa kesepakatan itu akan memaksa Malaysia untuk membeli barang dari AS dan memberi Washington suara dalam kebijakan perdagangan negara tersebut di masa mendatang.

"Kita dipaksa untuk mengikuti perjanjian ini, yang mengharuskan kita membeli barang senilai miliaran dolar dari Amerika. Kita harus membeli gas dari Amerika, kita harus membeli pesawat dari Amerika. Enam puluh pesawat Boeing akan dibeli berdasarkan kesepakatan ini. Itu berarti kita tidak lagi bebas," paparnya, seperti dikutip WorldofBuzz, Kamis (27/11/2025).

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Perdana Menteri dan Kamar Jaksa Agung pada 3 November, klaim sebelumnya bahwa perjanjian perdagangan tersebut merusak kedaulatan negara telah dibantah, dengan para pejabat mengatakan Malaysia dapat mengakhiri perjanjian tersebut jika diperlukan.

Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa perjanjian perdagangan yang ditandatangani dengan Presiden AS Donald Trump telah ditinjau secara cermat oleh para pejabat senior pemerintah untuk memastikan kepentingan Malaysia terlindungi.

Mahathir mengatakan sebuah koalisi LSM berencana untuk mengajukan laporan polisi di seluruh negeri terhadap Anwar, menuduhnya melakukan "pengkhianatan terhadap kemerdekaan Malaysia" sehubungan dengan perjanjian tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Argentina vs Austria:...
Argentina vs Austria: Misi Messi Dekati Rekor
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
Berita Terkini
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved