Bom Bunuh Diri Guncang Markas Paramiliter Pakistan, 6 Orang Tewas

Senin, 24 November 2025 - 15:09 WIB
loading...
Bom Bunuh Diri Guncang...
Serangan bom bunuh diri guncang markas besar paramiliter Federal Constabulary (FC) di kota Peshawar, Pakistan, Senin (24/11/2025). Foto/X @AsiaWarZone
A A A
ISLAMABAD - Serangan bom bunuh diri telah mengguncang markas besar pasukan paramiliter Federal Constabulary (FC) di kota Peshawar, Pakistan, Senin (24/11/2025). Enam orang tewas, yakni tiga pelaku serangan dan tiga personel keamanan.

Serangan bom bunuh diri ini juga melukai beberapa orang lainnya. Surat kabar Dawn melaporkan bahwa serangan bom bunuh diri terjadi pada Senin dini hari, dengan salah satu pelaku meledakkan bom di gerbang kompleks markas FC.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri Guncang Islamabad, Menhan Pakistan Tetapkan Status Perang

Dua pelaku lainnya mencoba memaksa masuk, tetapi ditembak mati.

"Awalnya, tiga militan mencoba menyerang markas tersebut," kata Petugas Kepolisian Ibu Kota Peshawar, Mian Saeed Ahmad.

"Seorang pengebom meledakkan dirinya di gerbang, sementara dua lainnya mencoba memasuki lokasi tetapi ditembak mati oleh personel FC," imbuh dia.

Situs web Dunya News, yang juga mengutip Saeed, mengatakan bahwa tiga petugas FC yang tewas ketika bertugas di gerbang yang diledakkan.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Peshawar Saeed Ahmad mengatakan kepada kantor berita Associate Press bahwa sejumlah besar personel keamanan sedang berada di lapangan terbuka di dalam markas untuk latihan parade pagi ketika serangan itu terjadi.

“Para teroris yang terlibat dalam serangan hari ini berjalan kaki dan gagal mencapai area parade, dan respons tepat waktu dari pasukan kami mencegah tragedi yang jauh lebih besar,” ujarnya.

Markas besar FC terletak di daerah padat penduduk di Peshawar, ibu kota provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Seorang pejabat keamanan, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa daerah tersebut telah ditutup.

Menurut laporan Dawn, serangan tersebut juga menyebabkan setidaknya enam warga sipil terluka, yang dibawa ke Lady Reading Hospital di Peshawar.

Seorang juru bicara rumah sakit mengatakan kepada Dawn bahwa semua korban luka berada dalam kondisi stabil.

Surat kabar tersebut juga melaporkan bahwa keadaan darurat telah diumumkan di rumah sakit tersebut dan juga di Khyber Teaching Hospital.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Namun, Taliban Pakistan, yang juga dikenal sebagai Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), telah dituding atas serangan serupa di negara tersebut.

TTP terpisah dari tetapi bersekutu dengan Taliban Afghanistan yang saat ini berkuasa di Afghanistan.

Serangan terbaru ini terjadi kurang dari dua minggu setelah seorang pelaku bom bunuh diri menyerang luar gedung pengadilan di ibu kota Pakistan, Islamabad, meledakkan bomnya di samping mobil polisi dan menewaskan 12 orang.

Kekerasan tersebut telah menegangkan hubungan antara Islamabad dan pemerintah Taliban Afghanistan. Pakistan menuduh Taliban Pakistan beroperasi bebas dari Afghanistan sejak Taliban Afghanistan mengambil alih kekuasaan pada tahun 2021.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengutuk serangan di Peshawar dan memuji pasukan keamanan atas respons tepat waktu mereka.

"Para pelaku insiden ini harus diidentifikasi sesegera mungkin dan diadili," kata Sharif dalam sebuah pernyataan. "Kami akan menggagalkan rencana jahat teroris yang menyerang integritas Pakistan."

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari juga mengutuk serangan tersebut. Dalam sebuah unggahan di X, dia menyampaikan “belasungkawa yang tulus” dan memuji keberanian pasukan keamanan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
AS-Iran di Ambang Perang...
AS-Iran di Ambang Perang Lagi, Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan 1 Skuadron Jet ke Arab Saudi
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Ini Identitas Korban...
Ini Identitas Korban Tewas dan Hilang Akibat Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Lumpuhkan Bandara General Santos, 17 Penerbangan Dibatalkan!
Rekomendasi
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved