Rezim Maduro Terancam Diinvasi AS, Jenderal Rusia Muncul di Venezuela

Senin, 24 November 2025 - 12:18 WIB
loading...
A A A
Tiga bulan setelah penandatanganannya, Venezuela meresmikan fasilitas untuk memproduksi amunisi Kalashnikov, dan bulan lalu, sebuah pesawat kargo Rusia yang disanksi Barat dan dikenal karena mengirimkan material pertahanan mendarat di Venezuela.

"Sekarang sudah pada tahap akhir ratifikasi. Ini menyatakan perlunya melanjutkan kerja sama keamanan kita, termasuk kerja sama militer-teknis," katanya.

Alexei Zhuravlev, anggota Komite Pertahanan Parlemen Rusia, menyatakan tidak ada yang menghalangi Moskow untuk memberikan "perkembangan baru" kepada Venezuela.

"Kami memasok negara ini dengan hampir seluruh jenis senjata, mulai dari senjata ringan hingga pesawat terbang...Amerika Serikat mungkin akan mendapatkan beberapa kejutan," katanya.

Meskipun Venezuela belum meminta bantuan militer atau persenjataan Rusia, seorang pejabat senior Rusia mengisyaratkan bahwa rudal balistik jarak menengah Oreshnik mungkin akan dikirim.

Perkembangan ini terjadi seiring AS meningkatkan kehadiran militernya di dekat Venezuela, dengan Gedung Putih menegaskan bahwa mereka sedang mengintensifkan upaya pemberantasan perdagangan narkoba.

Saat ini, kapal induk tercanggih Amerika; USS Gerald R Ford, telah beroperasi di perairan lepas pantai Venezuela, ditemani oleh tiga kapal perang tambahan.

Sejak awal September, operasi militer AS yang menargetkan kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di Karibia Selatan dan Pasifik Timur telah mengakibatkan puluhan korban jiwa.

Sebagai respons, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez mengerahkan 200.000 tentara di seluruh Venezuela untuk melawan ancaman yang ditimbulkan oleh AS.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario
Rekomendasi
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved